News  

Ditemukan Mayat di Rumah Kos Sukma Wonosari Ngoro, Tinggalkan Surat Pamit

Keterangan Foto: Tim Inafis saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Rumah Kos Sukma.

Mojokerto, 4 Mei 2026 – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Rumah Kos Sukma, Dusun Sedorejo, Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Sebuah jenazah ditemukan di kamar nomor 3, diduga kuat merupakan kasus bunuh diri.

Menurut keterangan Iptu Hasyim Asari, selaku Panit Reskrim Polsek Ngoro, korban terakhir terlihat oleh penjaga kos pada tanggal 1 Mei sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban sempat menyampaikan rencananya akan berangkat ke Jakarta. Namun setelahnya, tidak ada lagi komunikasi atau aktivitas yang terlihat dari kamar korban.

“Pada hari Minggu kemarin, warga dan pengelola kos mulai merasa aneh karena kamar korban tidak pernah terbuka, padahal biasanya jendela sering dibiarkan terbuka. Tempat tidur juga terlihat kosong dan tidak terpakai,” ujar Iptu Hasyim.

Kecurigaan semakin memuncak pada Senin pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, ketika penghuni lain melaporkan adanya bau menyengat yang berasal dari kamar tersebut. Pihak pengelola segera mencoba membuka pintu menggunakan kunci cadangan, namun gagal karena kunci ternyata tertinggal di dalam.

Atas izin pemilik kos, pintu akhirnya dibuka paksa melalui jendela. Di dalam kamar, jenazah korban ditemukan dalam posisi di dekat pintu kamar mandi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah handphone dan surat wasiat. Dalam surat tersebut, korban tampak meminta maaf kepada kedua orang tuanya dan menyatakan rasa bersalah karena dianggap belum bisa menjadi anak yang berbakti.

Dugaan sementara, motif kejadian ini berkaitan dengan masalah ekonomi. Dalam surat tersebut juga ditemukan catatan mengenai hutang serta bukti gadai laptop. Selain itu, diketahui korban baru saja mengikuti pelatihan (training) di PT. Rucika sejak tanggal 24 April lalu dan berencana akan dikirim ke Jakarta.

“Sampai saat ini kami masih mendalami motif dan kronologi lengkapnya. Namun dari surat yang ditinggalkan, terlihat korban sedang memikirkan beban masalah yang dihadapi, termasuk masalah keuangan,” tambahnya.

Saat ini, jenazah sudah dievakuasi untuk proses visum et repertum guna mengetahui penyebab kematian yang pasti. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *