SURABAYA – Sejak dari tahun 2018 sampai akhir 2022 Mohni Wakil Bupati Bangkalan resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bangkalan setelah Ra Latif Imron ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kamis (8/12/2022).

KPK menangkap Abdul Latif Amin Imron Bupati Bangkalan tersangka kasus dugaan suap lelang jabatan di Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Selain Abdul Latif, KPK juga menangkap beberapa pihak lain yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada rabu 7 Desember 2022.

Penunjukan Mohni sebagai Plt. Bupati Bangkalan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur yang diberikan oleh Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Usai pelantikan, Mohni mengatakan bahwa pihaknya bakal segera menuntaskan program yang belum selesai karena menjelang akhir tahun 2022. Kata Mohni program yang belum selesai seperti Bantuan Sosial dan Program Pembangunan.

“Kami nantinya alan melanjutkan program-program yang sudah ada. Karena juga ini berbarengan dengan akhir tahun,” kata Mohni usai pelantikan, Kamis (8/12/2022).

Sedangkan terkait APBD Bangkalan 2023 tidak akan berpengaruh dengan kasus terseretbya Bupati. Dia menegaskan kalau APBD sudah ditetapkan sebelumnya hanya tinggal menunggi evaluasi Gubernur.

Selain itu, pihak Pemkab Bangkalan juga mengisi jabatan kepada lima pejabat kepala dinas yang ikut terseret dalam kasus jual beli jabatan.

“Akan segera kita isi secepatnya. Karena kami sudah boleh menandatangani dengan selaku Plt wakil tadi untuk memberikan surat keputusan kepada mereka yang layak ditempati,” tegas Mohni.

Sementara itu, Emil Elistianto Wagub Jatim mengatakan penetapan Plt Bupati Bangkalan telah ditandatangani langsung oleh Gubernur Jatim. Kata Emil, SK pengangkatan sebelumnya telah dikonsultasikan kepada Kementerian Dalam Negeri.

“Ibu Gubernur yang memberikan amanah kepada saya tanpa menunda. Ini supaya masyarakat Bangkalan memiliki pemerintahan yang berjalan dengan efektif, tanpa ada jeda atau kekosongan,” ucap Emil.

Emil berharap, amanah baru ini dilaksanakan oleh Mohni Plt Bupati Bangkalan dengan serius. Mengingat pembangunan di Kabupaten Bangkalan merupakan amanah dari rakyat, untuk dikebut dipenghujung tahun 2022.

“Supaya bisa dipastikan program-program bisa terselesaikan dengan baik walaupun tentunya sebagai wakil punya pemahaman. Tetapi mungkin akan lebih bagus lagi jika pak Sekda bisa full memastikan kalau tidak ada hambatan dalam menyelesaikan program 2022,” pungkas Emil”

Moh Hosen Aktivis Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) menyampaikan selamat dan sukses Kepada Drs Mohni MM menjadi PLT Bupati Bangkalan dalam memimpin organisasi perangkat daerah Kabupaten Bangkalan.

Harapan Kami PLT Bupati Bangkalan harus tegas dalam mengambil kebijakan sebagaimana peraturan pemerintah dan jangan melenceng dari tugas pokok dan fungsi sebagai pelaksana tugas di kabupaten Bangkalan.

Mampu menangani persoalan persoalan, baik yang datang dari internal dinas maupun diluar dinas, terbuka serta transparan dalam menjalankan tugas negara. Sehingga dengan adanya keterbukaan dan ketransparanan dengan perangkat daerah maupun organisasi pergerakan maka kinerja pemerintah akan berjalan dengan baik.

Dan tidak lupa bekerjasama dengan anggota legeslatif dalam mensejahterakan dan menceriakan masyarakat kabupaten Bangkalan dengan itu kinerja pemerintah daerah kabupaten Bangkalan akan hidup dan menghidupkan,” Ungkap Aktivis KAKI, Kamis (8/12/2022).

Penulis :

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *