Bertempat di Hotel Sultan Raja , Selasa , 22 November 2022. Kegiatan tersebut dihadiri Kajati Sulawesi Tengah di Wakili Koordinator Kejaksaan Tinggi ,Kepala BPKP, Stap Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan , Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian.

Kegiatan Itu dilaksanakan dengan Pencanangan dan Penetapan Lokasi Smart Village , Desa Anti Korupsi , Launching Aplikasi Satu Data PMD Menuju Gerak Cepat Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan (Gercep Pintar) dan Program Penguatan Pemerintahan dan Desa (P3PD).

Ketua Pelaksana Kegiatan Kadis PMD Provinsi Sulteng Drs. Moh, Nadir, M.Si, Menyampaikan bahwa sejak terbitnya Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa , melalui Undang – Undang ini Desa dituntut memiliki Kapasitas untuk memperkuat Pemerintahan dan pembangunan desa dalam upaya mendorong Kemandirian Desa dan memperkuat Kewenangannya untuk mendorong kesejahtraan Masyarakat melalui Alokasi Dana Desa.

Selanjutnya Kepala BPMD menyampaikan kiranya Pengelolaan ADD dapat dimanfaatkan dengan baik untuk Kesejahtraan masyarakat , Karena Pengelolaan ADD merupakan kewenangan Sepenuhnya Kepala Desa melalui Musyawarah Desa tidak boleh ada setoran setoran hati hati buat kepala Desa karena saat ini terindikasi banyak desa desa yang disinyalir melakukan Penyalahgunaan ADD.

Selanjutnya Kepala BPMD Moh. Nadir , menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk memberikan Penguatan Pengembamgan Bumdesa agar Bumdesa dapat segera direalisasikan Bumdesa berbadan Hukum sesuai data dari 1.550 BUMDESA di sulawesi tengah yang sudah berbadan Hukum sudah berjumlah 107 BUMDESA.
Selanjutnya untuk Penguatan Program Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) untuk memperkuat kapasitas kelembagaan Desa dalam rangka memperbaiki tata kelola Pemerintahan dan Meningkatkan Kwalitas Pembangunan Desa , Program ini dibiayai dari Dana Loan Adreement Institutional Strengthening For Improved Village Delivery Proyek Number 8941-ID.
Selanjutnya Program Smart Village (Desa Cerdas) untuk Fase 2 Untuk Provinsi Sulawesi Tengah berlokasi pada 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Sigi, Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai berdasarkan Pergub Nomor 44 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Program Smart Village Tahun 2022-2024 untuk Provinsi Sulawesi Tengah untuk Sulawesi Tengah 1.000 Desa Lokasi Desa Cerdas.

Selanjutnya Program Percontohan Desa Anti Korupsi yang merupakan Program Inisiasi dari KPK yang berada di 3 Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi untuk ditetapkan Didaerah tersebut Desa Percontohan Anti Korupsi.

Selanjutnya Lauching Aplikasi Satu Data “Gercep Pintar” Merupakan Akronim dari Gerakan Cepat Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Dan Kelurahan.
Selanjutnya Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura menyampaikan apresiasi kepada Dinas BPMD atas Pelaksanaan kegiatan peningkatan dan penguatan kapasitas badan usaha milik desa (Bumdesa) se – Provinsi Sulawesi Tengah, yang dirangkai dengan pencanangan dan penetapan lokasi sasaran smart village, program percontohan desa anti korupsi, launching aplikasi satu data pmd menuju gerak cepat penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan (gercep pintar) dan program penguatan pemerintahan dan pembangunan desa (P3PD).

Gubernur menyampaikan guna mewujudkan visi “gerak cepat menuju sulawesi tengah lebih sejahtera dan lebih maju” pada khususnya misi “mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan kelembagaan” antara lain dilakukan dengan memberdayakan Bumdesa; mewujudkan smart village (desa cerdas), aplikasi satu data pmd menuju gerak cepat penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan (gercep pintar), serta program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berintegrasi dengan P3PD dan program percontohan desa anti korupsi.
Gubernur menyampaikan untuk terjadinya loncatan loncatan pembangunan di Sulawesi Tengah harus meningkatkan Kwalitas SDM sehingga Gubernur akan melaksanakan program Pengiriman ASN Pejabat Eselon III dan IV untuk magang Ke Korea dengan Maksud Peserta magang dapat memiliki Kwalitas dan Etos kerja seperti Orang Korea .

Gubernur juga menyampaikan harus dipaksa  masyarakat kita pintar sehingga Program Smart Village harus diwujudkan di Setiap Desa, melalui Smart Village akan diberikan kemudahan untuk mengakses untuk berbagai macam perkembangan yang termasuk dalam hal tata kelola pelayanan kepada masyarakat dan juga tentang tatacara bercocok tanam yang baik , kalau Smart Village nanti setiap Dinas membuat Program untuk melakukan Edukasi kepada Masyarakat untuk meningkatkan Kesejahtraan Masyarakat.

Selanjutnya Gubernur menyampaikan rasa syukur penurunan angka kemiskinan 1 Tahun Pemerintahannya sebesar 1 % , juga kita targetkan penurunan angka kemiskinan kedepan bisa 3% . Gubernur juga menyampaikan Fiskal daerah kita saat ini sudah meningkat dari PAD sebelumnya hanya 900 M saat ini sudah mencapai 1,5 T. dan diharapkan sampai dengan tahun 2026 PAD daerah sulawesi tengah bisa mencapai 3 T.

Diakhir sambutan Gubernur , meminta seluruh kepala Desa untuk berani mengambil kebijakan yang strategis jangan takut sepanjang tidak melakukan kesalahan yang merugikan keuangan Desa , jangan ragu ragu mengambil kebijakan tetapi jangan melakukan kesalahan.

(Biro Administrasi Pimpinan)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *