Keterangan foto : Delegasi Brune Darussalam Dengan Bupati dan Wakil Bupati, saat tukar Cinderamata.
MOJOKERTO, 12 FEBRUARI 2026 – Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto menerima kunjungan Delegasi dari Brunei Darussalam dalam acara lawatan resmi muhibbah yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama pada Rabu (12/2/2026). Acara yang dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pejabat daerah ini menjadi momen untuk memperkuat hubungan sejarah dan potensi kerjasama antara Kabupaten Mojokerto dengan Brunei Darussalam.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan ucapan selamat datang yang hangat kepada seluruh anggota delegasi yang telah menyempatkan diri mengunjungi Kabupaten Mojokerto. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto yang telah mendukung dan menghadiri acara penerimaan tamu kehormatan tersebut.
“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Mojokerto, dan seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto menyampaikan selamat datang, serta ucapan terima kasih kepada delegasi dari Brunei Darussalam yang telah hadir pada malam hari ini. Kunjungan ini bukan hanya kunjungan ke Kabupaten Mojokerto pada masa kini, melainkan juga ke wilayah yang dulunya menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit yang megah,” ucap Bupati dalam sambutannya.
Bupati kemudian mengingatkan hubungan sejarah yang dalam antara kedua daerah, menjelaskan bahwa pada abad ke-13, wilayah yang kini menjadi Brunei Darussalam, Singapura, Temasik, Thailand, Patani, Malaysia, dan seluruh wilayah Indonesia termasuk Mojokerto merupakan bagian dari Kerajaan Majapahit. “Seiring melemahnya Kerajaan Majapahit pada akhir abad 13 dan awal abad 14, kemudian pada abad 15 muncul Kerajaan Kesultanan Brunei yang dipimpin oleh Sultan Bolkiah, hingga kini berkembang menjadi negara Brunei Darussalam yang kita kenal saat ini,” tambahnya.
Selain membahas hubungan sejarah, Bupati juga menyampaikan harapan agar kunjungan ini dapat menjadi awal terjalinnya kerjasama yang erat antara Kabupaten Mojokerto, Indonesia, dan khususnya dengan Brunei Darussalam. Beliau menjelaskan berbagai potensi yang dapat menjadi dasar kerjasama, mulai dari sektor pariwisata hingga produk lokal hasil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Sebagaimana yang telah disaksikan delegasi dalam video perkenalan, Kabupaten Mojokerto memiliki pesona alam yang luar biasa. Jika ada kesempatan untuk tinggal lebih lama, saya mengundang untuk menjelajahi keindahan wisata yang kami miliki. Salah satunya adalah air panas alami yang berasal dari sumber belerang di Gunung Welirang,” jelas Bupati.
Beliau menambahkan bahwa air panas alami tersebut tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai penyakit kulit seperti gatal-gatal. “Banyak tamu mancanegara yang berkunjung ke Mojokerto selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi lokasi air panas ini, karena panasnya bersumber secara alami tanpa bahan tambahan apapun,” ujarnya dengan bangga.
Selain pariwisata alam, Bupati juga memperkenalkan potensi wisata sejarah berupa sisa peninggalan Kerajaan Majapahit yang tersebar di berbagai lokasi di Kabupaten Mojokerto. “Candi-candi dan peninggalan sejarah lainnya yang Anda lihat adalah bukti nyata dari kejayaan masa lalu yang menjadi bagian dari identitas kita bersama dengan Brunei Darussalam,” katanya.
Tak hanya itu, Bupati juga mengajak delegasi untuk melihat langsung produk-produk UMKM Kabupaten Mojokerto yang dipajang di lokasi acara. “Di belakang ruangan ini terdapat berbagai hasil kerajinan dan produk lokal dari UMKM kami, yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di daerah ini. Kami berharap produk-produk ini dapat juga dikenal dan diterima di pasar Brunei Darussalam,” paparnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan rasa bangganya atas kedatangan delegasi Brunei Darussalam dan berharap hubungan persahabatan antara kedua daerah dapat terus terjalin erat. “Kami juga berharap suatu saat nanti dapat mengunjungi Brunei Darussalam sebagai bentuk balasan kunjungan yang penuh makna ini,” ucapnya. (har)







