Rawon Nguling Lengkapi Pengalaman Sport Tourism di Probolinggo Sae Run Highway 2026

Probolinggo, seputarindonesia.co.id — Probolinggo Sae Run Highway 2026 tak hanya menyuguhkan sensasi berlari di jalur tol, tetapi juga menghadirkan kekuatan sport tourism berbasis lokal, dengan Rawon Nguling sebagai ikon kuliner yang menyempurnakan pengalaman peserta. Event ini memadukan olahraga, pariwisata, dan kekayaan rasa khas Probolinggo dalam satu rangkaian pengalaman yang utuh dan berkesan.

Sejak pagi hari, ruas Tol Prosiwangi yang biasanya menjadi jalur mobilitas kendaraan disulap menjadi ruang publik terbuka. Ribuan pelari memadati lintasan, menikmati pengalaman berlari di infrastruktur modern yang jarang diakses masyarakat. Di tengah euforia tersebut, aroma khas rawon hitam dengan racikan kluwek yang kuat menjadi penanda lain menghadirkan dimensi wisata rasa yang memperkaya konsep sport tourism.

Bagi banyak peserta, Probolinggo Sae Run Highway 2026 bukan sekadar lomba lari, melainkan perjalanan wisata singkat. Usai menuntaskan rute, para pelari dan pengunjung menjadikan lapak Rawon Nguling sebagai tujuan berikutnya. Kuliner legendaris ini menjadi bagian dari narasi perjalanan, menghubungkan aktivitas olahraga dengan cita rasa lokal yang telah dikenal lintas generasi.

Selain Rawon Nguling, sejumlah UMKM Kabupaten Probolinggo turut berpartisipasi dalam gelaran SAE Run. Beragam produk jajanan tradisional, makanan olahan lokal, hingga minuman khas daerah ikut meramaikan area kegiatan. Kehadiran UMKM ini memperlihatkan bagaimana event olahraga mampu menjadi ruang promosi sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Kehadiran Rawon Nguling menegaskan bahwa sport tourism berbasis lokal membutuhkan elemen pendukung yang kuat. Kuliner tradisional tidak lagi ditempatkan sekadar sebagai pelengkap, tetapi menjadi daya tarik utama yang memperpanjang interaksi wisatawan dengan lokasi acara. Pola ini menunjukkan bahwa event olahraga dapat dirancang untuk memberi dampak berkelanjutan bagi sektor pariwisata daerah.

Momentum tersebut turut mendapat perhatian pemerintah daerah. Bupati Probolinggo, Gus Haris, bersama Sekretaris Daerah, Ugas Irwanto, tampak singgah dan berfoto bersama Haji Rofiq, Owner Rawon Nguling generasi ketiga. Kehadiran pimpinan daerah ini mencerminkan dukungan terhadap pengembangan sport tourism yang terintegrasi dengan potensi lokal.

Owner Rawon Nguling, Ir. Ar. H. Rofiq Ali Pribadi, S.T., M.T., IPM., IAI., yang juga Ketua BPC PHRI Kabupaten Probolinggo, menyebut event ini sebagai contoh konkret bagaimana olahraga dapat menjadi pintu masuk promosi pariwisata daerah.

“Sport tourism tidak cukup hanya menghadirkan lintasan dan peserta. Harus ada pengalaman yang membekas, dan kuliner lokal adalah salah satu kekuatan utamanya,” ujar Haji Rofiq.

Menurutnya, kehadiran ikon kuliner dalam event olahraga mampu memperkuat citra daerah sekaligus mendorong wisatawan untuk mengenal lebih jauh potensi lokal. Antusiasme peserta yang menikmati Rawon Nguling menjadi indikator bahwa pariwisata berbasis pengalaman memiliki daya tarik yang kuat.

“Ketika peserta pulang membawa cerita tentang lari dan rasa, maka Probolinggo ikut mereka bawa dalam ingatan,” tambahnya.

Keberhasilan Probolinggo Sae Run Highway 2026 memadukan olahraga dan kuliner lokal menunjukkan arah baru pengembangan pariwisata berbasis event. Sport tourism tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan, tetapi berpotensi menjadi pintu promosi berkelanjutan bagi daerah.

Dengan mengusung kekuatan lokal seperti Rawon Nguling, Probolinggo menegaskan posisinya sebagai destinasi sport tourism yang tidak hanya menantang fisik, tetapi juga memanjakan rasa menghadirkan pengalaman lengkap yang sulit dilupakan. (Bashori)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *