
Pada tanggal 1 Februari 2026, bekas terminal Gunung Ayu Manna di Bengkulu Selatan berubah menjadi arena penuh semangat dengan digelarnya Kontes Kokok Ayam Hutan. Acara yang diselenggarakan oleh para pencinta ayam hutan setempat ini berlangsung di bawah sinar mentari cerah, menyuguhkan pertandingan menarik sekaligus hiburan yang menggetarkan bagi masyarakat sekitar dan para pecinta ayam.
Kontes yang menampilkan kemampuan berkokok ayam-ayam jago hutan ini dibagi dalam dua kategori utama, yakni ayam keturunan “F1” — hasil persilangan ayam asli hutan dengan ayam kampung — dan kategori “BERUDUS” atau Beruga Dusun, yang mengikutsertakan ayam-ayam keturunan persilangan yg lebih panjang lebih banyak keturunan kampungnya. Pada kategori BERUDUS tercatat sebanyak 90 ekor ayam berlaga, sementara untuk kategori F1 jumlah peserta sedikit lebih sedikit namun tak kalah seru.
Kegiatan ini dibagi dalam dua babak, yaitu penyisihan dan final, di mana setiap ayam berkesempatan memamerkan suara kokok khasnya dengan kualitas terbaik. Setelah persaingan yang ketat, akhirnya terpilih tiga pemenang di setiap kategori yang berhasil memukau juri dan penonton dengan keunikan dan keindahan suara kokok mereka.
Meski digelar secara sederhana, kontes ini berhasil menjadi magnet bagi masyarakat pencinta ayam sekaligus warga sekitar yang antusias menyaksikan pertandingan. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal dan penghargaan terhadap keunikan ayam hutan sebagai bagian dari kekayaan hayati Bengkulu Selatan.
Menurut penyelenggara, kesuksesan kontes ini menjadi motivasi kuat untuk menggelar acara serupa secara rutin di masa mendatang, tergantung dari antusiasme masyarakat ayam hutan yang terus berkembang. “Kami sangat senang melihat partisipasi dan semangat warga yang makin besar. Kontes kokok ayam hutan ini tidak hanya menghibur, tapi juga mempererat tali persaudaraan antar pecinta ayam di Bengkulu Selatan,” ujar salah satu panitia.
Dengan gelaran seperti ini, harapan besar tertuju pada eksistensi dan pelestarian ayam hutan yang unik sekaligus sebagai wahana edukasi dan hiburan bagi masyarakat luas. Sampai jumpa di kontes berikutnya, di mana gemuruh kokok ayam hutan kembali menggema menyapa tanah Bengkulu Selatan!
Hery asmadi.








