Pebayuran Bekasi – seputar indonesia.co.id – Suasana haru menyelimuti Kampung Teko RT 01/RW 04, Desa Kertajaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Di tengah musim hujan yang masih mengguyur, sebuah rumah sederhana milik Ibu Soenih roboh diterjang angin kencang, menyisakan puing-puing dan kesedihan mendalam bagi sang pemilik rumah yang harus bertahan hidup bersama dua anak yatim.
Di balik musibah yang memilukan itu, secercah harapan hadir melalui kepedulian Tokoh Pemuda Desa Kertajaya, H. Makau Dered, bersama Lembaga Karang Taruna Desa Kertajaya. Tanpa menunggu lama, mereka bergerak turun langsung ke lokasi, bergotong royong bersama warga membantu membersihkan puing-puing dan membenahi rumah yang roboh agar kembali dapat ditempati.
Dengan mata berkaca-kaca, warga menyaksikan kebersamaan dan kepedulian yang begitu tulus. Tangan-tangan relawan saling membantu, seakan menguatkan satu sama lain di tengah duka yang menyelimuti keluarga Ibu Soenih.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi ini. Kita tidak bisa tinggal diam ketika ada saudara kita yang tertimpa musibah, apalagi seorang ibu yang harus menghidupi dua anak yatim.
Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberi harapan,” ungkap H. Makau Dered dengan nada penuh empati.
Hal senada disampaikan Aan (Khalenk) selaku Sekretaris Jenderal Karang Taruna Desa Kertajaya. Ia mengatakan bahwa aksi sosial ini lahir dari rasa kemanusiaan dan kepedulian yang mendalam.
“Ini bukan hanya soal membangun kembali rumah, tapi tentang menguatkan hati dan memberi semangat agar keluarga yang terdampak tidak merasa sendirian menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Aksi sosial tersebut pun mengundang rasa haru dari warga sekitar. Di tengah musibah, nilai gotong royong dan kepedulian sosial kembali hidup, menjadi pengingat bahwa masih banyak hati yang tergerak untuk saling membantu di saat sesama membutuhkan.
(Ling)








