News  

Tanpa Petasan dan Pesta, SMA ZAHA 1 Genggong Isi Tahun Baru dengan Introspeksi Diri

Probolinggo — Tidak ada kembang api, tidak ada hiruk-pikuk perayaan. Di saat pergantian tahun identik dengan pesta dan euforia, SMA Zainul Hasan (ZAHA) 1 Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, justru memilih jalan yang sunyi dan penuh makna. Tahun Baru 2026 disambut dengan lantunan sholawat dan muhasabah diri, Sabtu (3/1/2026).

Sejak senja mulai turun, suasana khidmat terasa menyelimuti lingkungan sekolah. Ratusan siswa berseragam putih abu-abu duduk bersila, menundukkan kepala, larut dalam doa dan dzikir. Tidak ada suara petasan, tidak pula gemuruh sorak-sorai. Yang hadir hanyalah keheningan, perenungan, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.

Kegiatan religius tersebut diinisiasi oleh OSIS SMA ZAHA 1 Genggong dengan mengusung tema “Jadilah Pribadi yang Baik & Introspeksi Diri Itu Penting”. Acara ini diikuti oleh Kepala Sekolah, jajaran pimpinan, wali kelas, dewan guru, staf karyawan, serta seluruh santri kelas X, XI, dan XII.

Momentum pergantian tahun itu dimaknai sebagai ruang refleksi bersama, bukan sekadar seremonial tahunan. Para siswa diajak merenungi perjalanan diri selama setahun ke belakang, sekaligus menata niat untuk melangkah lebih baik di masa depan, baik dalam sikap, tutur kata, maupun perilaku sehari-hari.

Pembina OSIS SMA ZAHA 1 Genggong, Laila Fitriyah, menegaskan bahwa kegiatan sholawat dan muhasabah tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan kepada para siswa.

“Momentum Tahun Baru seharusnya tidak hanya diisi dengan perayaan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk merenung, mengevaluasi diri, dan menata niat agar ke depan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Laila Fitriyah.

Menurutnya, introspeksi diri penting ditanamkan sejak dini, agar siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan spiritual dalam menjalani kehidupan. Sholawat dan muhasabah, lanjutnya, menjadi sarana untuk menenangkan batin, menguatkan keimanan, serta membangun sikap rendah hati dalam menyongsong masa depan.

Lebih jauh, ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum pergantian tahun semata, melainkan melekat dalam keseharian siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari diri sendiri dari sikap, tutur kata, dan tindakan yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan bersholawat ditutup dengan doa bersama. Di penghujung acara, harapan mengalir dari seluruh keluarga besar SMA ZAHA 1 Genggong agar Tahun 2026 menjadi tahun yang lebih bermakna, penuh keberkahan, serta diiringi semangat untuk terus memperbaiki diri.

Di tengah riuhnya perayaan Tahun Baru, SMA ZAHA 1 Genggong menghadirkan pesan sederhana namun kuat: perubahan sejati dimulai dari kesadaran diri dan ketenangan batin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *