Percepat Penurunan Stunting, BKKBN Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasi Stunting

Teks foto : Usai kegiatan, dilakukan sesi foto bersama

Bekasi ~ Untuk mensukseskan program percepatan penurunan stunting, BKKBN bersama Komisi IX terus gencar melakukan sosialisasi stunting disemua wilayah.

Bertempat di Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, BKKBN bersama mitra kerja melaksanakan
Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana, Selasa siang 30 Juli 2024.

Kegiatan itu diikuti ratusan peserta sosialisasi, serta mendatangkan beberapa narasumber, yaitu anggota Komisi IX DPR RI Dra Wenny Haryanto SH, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya Herman Melani SH MH, serta Analis Kebijakan Ahli Madya Priyo Hartono SE MM.

Acara diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BKKBN, dilanjutkan sambutan ucapan selamat datang dari tuan rumah yang disampaikan oleh Kepala Desa Jatikramat Bapak Sarbini S Pdi.

Diteruskan pemaparan materi dari anggota Komisi IX DPR RI, Wenny Haryanto. Beliau menjelaskan penanganan stunting di Kota Bekasi harus terus digencarkan untuk mengantisipasi tumbuh kembang anak yang terlambat hingga membawa dampak di masa depan. Semua pihak harus tetap konsisten dan komitmen dalam menangani stunting, agar masyarakat juga memahami dengan baik mengenai cara mencegah stunting.
Salah satu upaya ini adalah menurunkan angka Stunting secepatnya untuk menikmati datangnya bonus demografi. ia memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sangat serius dalam menekan jumlah penderita Stunting di Tanah Air.

Untuk mencegah stunting, masyarakat harus mengetahui dan memahami dulu ciri-ciri stunting, jika sudah mengetahui ciri-ciri stunting maka baru dilakukan pencegahan stunting melalui 4 Fase atau tahapan.

“itulah pentingnya sosialisasi penurunan stunting. Bonus demografi akan dapat dinikmati, bila program percepatan penurunan stunting dapat dikendalikan dan sukses. Hal itu, akan bisa mendukung program indonesia emas di tahun 2045 nanti,” jelas Wenny.

Sedangkan, materi berikutnya dari Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya Herman Melani. Beliau menerangkan, bahwa kondisi stunting secara nasional di Indonesia masih tinggi, perlu kerja keras dan kerja sama semua pihak serta masyarakat dalam mencegah dan menekan angka stunting. Pentingnya memberikan sosialisasi yang aktif bagi kalangan remaja dan calon pasangan muda. Demekian itu, menjadi salah satu cara untuk menekan dan pencegahan dini stunting. Termasuk, Sosialisasi yang dilakukan lewat posyandu, PKK dan elemen lainnya yang melibatkan ibu dan remaja.

5 Personel Bidhumas Polda Metro Jaya Berprestasi Terima Reward

“Untuk mensukseskan program penurunan stunting, telah menjadi tanggungjawab bersama pemerintah serta seluruh stakeholders dan elemen masyarakat, agar angka stunting bisa ditekan. Sosialisasi harus digencarkan mulai hulu, tentang arti pentingnya hidup sehat guna mencegah bayi stunting,” ungkapnya.

Jelang Peringatan HUT RI Ke 79, Pemdes Watesnegoro Gelar Beberapa Lomba

Kemudian, selanjutnya masing masing pemateri menerangkan tentang pencegahan dan penekanan stunting kepada para peserta sosialisasi. Setelah itu, diteruskan sesi tanya jawab dan pembagian merchandise melalui Kuis bagi peserta sosialiasi. (ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *