News  

Santri SMA Zainul Hasan 1 Genggong Belajar Langsung di BMKG, Gapoktan, dan UNISMA Lewat SPL 2026

Probolinggo, seputarindonesia.com— Sebanyak 120 santri SMA Zainul Hasan 1 Genggong mengikuti kegiatan SPL bertema “Belajar Kontekstual Melalui Observasi, Eksplorasi, dan Penguatan Kompetensi Santri” dengan mengunjungi BMKG Karangploso, Gapoktan Gunung Sari Batu Bumi Aji, serta Kampus UNISMA.

Kegiatan Studi Pengenalan Lingkungan (SPL) tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Ahad hingga Kamis, 10–14 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung agar santri tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu membaca realitas sosial dan lingkungan di lapangan.

Di BMKG Karangploso, para santri dikenalkan pada dunia klimatologi, meteorologi, serta mitigasi bencana. Mereka mendapat kesempatan melihat langsung alat ukur cuaca dan simulasi sistem peringatan dini sebagai bentuk edukasi kebencanaan sejak dini.

Kegiatan tersebut mendapat antusias tinggi dari para peserta karena memberikan pengalaman baru mengenai pentingnya ilmu cuaca dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Selain itu, para santri juga melakukan observasi lapangan di GAPOKTAN Gunung Sari Batu Bumi Aji. Di lokasi itu, peserta belajar mengenai pengelolaan pertanian, peternakan, hingga manajemen kelompok tani berbasis ekonomi kerakyatan.

Praktik lapangan tersebut dinilai penting untuk membangun wawasan kewirausahaan dan memperkenalkan potensi sektor pertanian kepada generasi muda pesantren.

Tidak hanya itu, rombongan SPL juga mengunjungi Kampus UNISMA guna mengenalkan suasana dunia perguruan tinggi kepada para santri. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai jurusan, lingkungan akademik, hingga sesi berbagi pengalaman bersama mahasiswa dan dosen.

Guru pendamping, Bogel, menyampaikan bahwa kegiatan SPL dirancang untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.

“Kegiatan seperti ini cocok banget buat bikin belajar tidak cuma di kelas, tapi menyentuh langsung kehidupan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, SPL menjadi sarana penting untuk melatih kemampuan observasi, analisis, serta problem solving santri melalui pengalaman langsung di lapangan.

Selain memperkuat kompetensi akademik, kegiatan itu juga bertujuan menumbuhkan wawasan kebangsaan, kepedulian lingkungan, dan kemampuan sosial santri di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan SPL 2026 turut melibatkan berbagai pihak sebagai fasilitator, mulai dari pimpinan dan mahasiswa UNISMA, BMKG Karangploso, hingga petani GAPOKTAN Gunung Sari Batu Bumi Aji.

Melalui program tersebut, SMA Zainul Hasan 1 Genggong berharap para santri mampu menjadi generasi yang adaptif, kritis, dan memiliki daya saing, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai pesantren dan kepedulian terhadap masyarakat. (Bashori)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *