News  

Aksi Tak Biasa!! Raja Jawa Serahkan Surat Kendaraan dan Minta Ditilang Sebagai Bentuk Taat Hukum

Jakarta – Pada sekitar tahun 1965, satu kejadian yang sangat langka dan luar biasa terjadi di jalan raya kota Pekalongan. Seorang petugas polisi lalu lintas berpangkat brigadir bernama Royadin dengan sangat berani, memberhentikan 1 unit mobil jip yang nekat melanggar rambu jalan 1 arah. Saat pengemudi mobil tersebut menurunkan kaca jendela, sang polisi muda itu langsung gemetar dan berkeringat dingin, Rabu (29/4/2026).

Sosok yang duduk di balik kemudi itu ternyata adalah Sri Sultan Hamengkubuwono 9, seorang raja dari keraton Yogyakarta yang saat itu juga menjabat sebagai menteri koordinator negara! Bagi pejabat arogan pada umumnya, insiden ini pasti akan berakhir dengan caci maki atau ancaman pemecatan terhadap sang polisi. Namun reaksi sang Sultan sungguh di luar nalar dan membuat sejarah bangsa merinding.

Melihat brigadir tersebut ragu ragu karena menyadari siapa yang dia hentikan, sang Sultan justru tersenyum ramah. Dengan sangat santai, beliau menyerahkan surat izin mengemudinya dan meminta sang petugas untuk memproses kesalahannya. Polisi muda itu akhirnya memantapkan hati, bersikap tegas, dan tetap menuliskan surat tilang karena sang pejabat terbukti melanggar aturan lalu lintas.

Bukannya tersinggung atau gengsi, raja Jawa tersebut menerima kertas tilang itu dengan ikhlas tanpa mengucapkan 1 patah kata ancaman pun. Beliau mengakui kelalaiannya lalu pergi meninggalkan lokasi.

Kejadian ini tidak berhenti sampai di situ saja. Beberapa minggu berselang, komandan kepolisian memanggil Royadin karena mendapat surat resmi langsung dari keraton. Sang komandan sempat mengira tamatlah karir bawahannya tersebut. Faktanya sungguh kebalikannya!

Surat itu berisi pujian setinggi langit dari sang Sultan atas ketegasan serta kejujuran sang polisi yang tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum di jalan raya. Beliau bahkan menawarkan 1 posisi khusus secara terhormat untuk memindahkan polisi jujur tersebut ke wilayah keraton.

Sebuah pelajaran moral yang sangat mahal dari 1 orang pendiri bangsa. Beliau berhasil membuktikan bahwa hukum harus berdiri tegak di atas semua orang, tanpa memandang jabatan atau gelar darah biru sama sekali!.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *