Sukabumi – Sebanyak 63 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 191 jiwa warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa mengungsi akibat musibah pergerakan tanah yang terjadi beberapa waktu lalu. Pergeseran tanah tersebut menyebabkan rumah warga terancam dan tidak lagi aman untuk ditempati, pada Rabu (4/03/2026).
Saat ini, para warga terdampak mengungsi di halaman lapangan SDN 1 Bantargadung, wilayah Pasapen. Mereka tinggal di tenda-tenda darurat yang telah disediakan oleh BPBD Kabupaten Sukabumi. Selain itu, bantuan berupa sekitar 100 unit velbed (tempat tidur lipat) juga telah disalurkan oleh Kodim 0622/Sukabumi untuk menunjang kebutuhan para pengungsi.
Kondisi di lokasi pengungsian masih sangat sederhana. Warga berharap adanya perhatian dan kepedulian lebih lanjut dari pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar selama berada di pengungsian, seperti logistik, perlengkapan bayi, kebutuhan lansia, serta layanan kesehatan.
Sebagai bentuk kepedulian, Asep Japar selaku Bupati Sukabumi turun langsung meninjau lokasi bencana dan mengunjungi tempat pengungsian warga. Dalam kunjungannya, Bupati berdialog dengan masyarakat terdampak serta memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik.
Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya maksimal dalam penanganan dampak bencana, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga maupun langkah penanganan lanjutan.
Kami hadir di sini untuk memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan relokasi jika memang diperlukan,” ujar Bupati saat berada di lokasi pengungsian.
Salah seorang warga terdampak mengungkapkan rasa khawatir dan harapannya kepada pemerintah.
Kami terpaksa meninggalkan rumah karena takut terjadi longsor susulan. Sekarang tinggal di tenda dengan kondisi seadanya. Kami berharap pemerintah bisa membantu kebutuhan kami selama di pengungsian, terutama untuk anak-anak dan orang tua,” ujar salah satu warga pengungsi.
Warga lainnya juga menyampaikan harapan agar ada solusi jangka panjang terkait tempat tinggal mereka.
Kami ingin ada kejelasan ke depan, apakah bisa kembali ke rumah atau harus direlokasi. Yang penting keselamatan kami terjamin dan ada kepastian dari pemerintah,” ungkapnya.
Hingga saat ini, warga masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu perkembangan situasi serta langkah penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan instansi terkait,” tutup
(Muhtar Bahtiar : Sukabumi








