Tulungagung — Program SPPG Ketanon 2 kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah wali murid menyuarakan keluhan terkait menu makanan yang dinilai belum memenuhi kebutuhan gizi anak, Kamis (9/4/2026).
Sorotan muncul dari menu yang disajikan kepada siswa, yang disebut hanya terdiri dari dua potong kentang, dua buah siomay, tiga potong jeruk, serta campuran sayuran (mix vegetable), tanpa adanya lauk utama berupa sumber protein hewani seperti ikan atau daging.
Salah satu wali murid, sebut saja A, mengaku kecewa dengan komposisi menu tersebut. Ia menilai makanan yang diberikan belum mencerminkan standar gizi seimbang bagi anak usia sekolah.
“Kalau seperti ini, di mana letak gizinya untuk anak-anak? Tidak ada ikan atau daging sebagai sumber protein utama,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, program SPPG yang seharusnya mendukung tumbuh kembang anak justru belum optimal dalam praktiknya, ia menyoroti dominasi karbohidrat dan sayuran dalam menu, sementara asupan protein yang berperan penting dalam pertumbuhan dinilai sangat minim.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh wali murid lainnya. Mereka berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap komposisi menu agar lebih memperhatikan keseimbangan gizi, termasuk kecukupan protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan anak.
Program SPPG sendiri diketahui bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa di sekolah. Namun, apabila menu yang disajikan tidak sesuai dengan standar gizi yang dianjurkan, maka tujuan tersebut dikhawatirkan tidak akan tercapai secara maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Ketanon 2 belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para wali murid tersebut.
Para orang tua pun berharap adanya transparansi dari pihak penyelenggara, serta perbaikan kualitas menu ke depan, agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.
(Sabar Eko P)



