Sukabumi – Oknum Kepsek inisial Cep Rudi dan Bendaharanya inisial Aep Maulana di duga kuat telah cairkan BOS SMK TTB Sukabumi, hasil penukusuran di dapat pihak KCD belum mengeluarkan surat keterangan atau SK, untuk dugaan oknum kepsek, akses dapodik & sebagai syarat pengambilan keuangan BOS ke- bank. Pada Jum’at (6/03/2026).
Selanjutnya, Pengambilan BOS SMK TTB oleh oknum & bendaharanya dilakukan tanggal 06 februari 2026 pada bank Bjb tepat di Kantor Cabang Pembantu Pangleseran Sukabumi Alamat lokasi: Jl. Pelabuhan Ii Km 12, Kp Rw No.Rt 003, Jatimekar, Kec. Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 43156.
Seperti apa BOS di SMK Taruna Tunas Bangsa dicairkan dan bagaimana dugaan berikutnya pihak bank turut membantu memperlancar pencairan.
Menurut Rahmat” pencairan itu bisa dilakukan oleh kepala sekolah, tetapi harus memenuhi syarat diantaranya SK kepala sekolah dari Yayasan yang dilengkapi dengan SK dari Kantor Cabang Dinas ( KCD).
Berikut Surat Akta notaris yayasan, Surat Kemenkumham, KTP kepala sekolah & Bendahara, SK Kepsek dan Bendahara dari yayasan, juga SK dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan, harus dibuktikan dengan keaslian.
Namun berbeda dengan ulah oknum ketika melakukan pencairan BOS tersebut,
” setelah saya melakukan penulusuran ke pihak bank. Oknum tersebut masih ada kekurangan berkas yaitu SK atau surat keterangan dari KCD pendidikan yang belum terlampirkan di bank, guna menerangkan bahwa kepala sekolah bisa mengakses dapodik dan syarat untuk keuangan sekolah,” terangnya.
Sementara informasi yang digali dari pihak bank sendiri, menyampaikan kepada saya, pencairan BOS oleh oknum tidak menunjukan SK dari KCD pendidikan, bahkan sampai saat ini belum menyampaikan kekurangan berkasnya.
Dan untuk Akta Yayasan Taruna Tunas Bangsa masih menggunakan ketua yang lama yaitu Supratman, S.Pi., M.Si. sekarang sudah meninggal ( alm), hal ini jadi pertanyaan buat saya sendiri, kenapa mencairkan BOS sampai bisa ceroboh.
Yang seharusnya perubahan ketua di Yayasan terlebih dahulu kemudian dilakukan pengangkat Kepala sekolah.
Namun berbeda yang di lakukan mengaku ngaku milik Yayasan Taruna Tunas Bangsa hari ini lebih mengedepankan pengangkatan kepala sekolah dan bendaharanya, berbanding merubah ketua Yayasan.
” bermula saya melakukan pengecekan melalui Customer Service, selanjutnya minta print out rekening koran, memang awalnya pihak bank berat hati memberikan keterangan.
Setelah saya memaksa, dan menunjukan SK kepala sekolah SMK Taruna Tunas Bangsa milik Raihan kepsek lama, sebelum kepsek baru CPR di SMK TTB Sukabumi, di tambah surat keterangan dari KCD Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan selaku unit pelaksana teknis di bawah Dinas Pendidikan Provinsi, setelah itu pihak bank memberikan data dugaan oknum kepsek & bendaharanya.
Perlu diketahui juga di akta yayasan masih nama Suparatman, S.Pi,.M.Si, belum di ganti sampai saat ini,” menambahkan Rhn
Begitu juga berdasarkan data Verval Yayasan Kemdikbud, Pimpinan Yayasan Taruna Tunas Bangsa yang beralamat di Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat adalah Supratman, S.Pi., M.Si.. Yayasan ini didirikan pada 18 Februari 2014 dan juga menaungi lembaga pendidikan SMK Taruna Tunas Bangsa di sekitar wilayah kecamatan Bantargadung sukabumi Jwa Barat.
Hasil investigasi lebih lanjut, bahwa keterjadian pecairan BOS berikut dari beberapa pihak mengatakan, termasuk Subbagian Tata Usaha (TU) Kantor Cabang Dinas Pendidikan khusus untuk menangani Manajemen Dana Operasional Sekolah/Pendidikan.
Percis yang dikemukakan Ags selaku subbidang BOS diruangannya katakan perwakilan KCD pendidikan lalu ia menjelaskan,” Bahwa dengan diangkatnya kepsek atau oknum kepsek dan bendaharanya, yang belum diberikan surat keterangan dari KCD sendiri.
Bisa terbilang nekad apabila benar telah mencairkan dana BOS SMK TTB Sukabumi, yang lebih khawatir terjadi kerjasama pihak bank dengan para oknum,” cetusnya.
Seperti apa yang diharapkan merubah ketua pada yayasan terlebih dahulu, kemudian bisa mengangkat kepala sekolah yang baru mengganti yang lama, dan surat pemberhentian, berikut surat keterangan kepsek dari KCD pendidikan.
Sambut tokoh publik,” ulah oknum mesti di dorong ke aparat penegak hukum, kejelasan hukum nanti yang akan membuktikan, kabarnya tidak kurang dari tiga pekan sekolah SMK Taruna Tinas Bangsa Sukabumi kosong tampa ada siswa siwi berikut guru, untuk kegiatan belajar & mengajarpun, bukan hanya itu untuk honor selama tiga bulan belum dibayar,” tutup.
(Muhtar Bahtiar : Sukabumi







