News  

Klarifikasi: Ketua Pkbm Raudlatul Akbar Bantah Tuduhan Pungli Dan Penyelewengan Anggaran

Sukabumi, Jawa Barat. seputarindonesia.co.id – Menanggapi pemberitaan salah satu media yang dinilai menyudutkan dan mencederai integritas profesinya, Dodi Mubarok, Ketua PKBM Raudlatul Akbar sekaligus Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) 1, memberikan klarifikasi resmi pada Senin (09/03/2026).

Dodi mengungkapkan bahwa dirinya menerima tautan berita berjudul “Ketua PKBM Raudlatul Akbar Mengaku Lakukan Pungli Untuk Pemerataan” melalui pesan singkat sekitar pukul 09.53 WIB dari nomor redaksi media bersangkutan.

“Saya membaca pemberitaan tersebut dan isinya sangat menyudutkan. Ada tuduhan mengenai praktik pungli serta pengondisian terhadap media yang sama sekali tidak berdasar,” ujar Dodi.

Dodi menjelaskan bahwa anggaran yang dikelola oleh para kepala satuan pendidikan merupakan dana mutlak untuk kegiatan yang telah diajukan dan disahkan oleh Dinas terkait melalui Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).

“Kegiatan dalam satu semester itu sangat padat, baik di tingkat wilayah maupun kabupaten. Peran kami di sini adalah membantu memfasilitasi agar setiap PKBM mengeluarkan dana sesuai alokasi yang telah disahkan secara konstitusi,” terangnya.

Mengenai statusnya yang juga berkecimpung di dunia pers, Dodi menegaskan bahwa keterlibatannya di media Bewarajabar.com sudah berlangsung jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala PKBM atau Ketua Korwil. Ia menepis tudingan bahwa profesi wartawan digunakannya sebagai tameng hukum.

“Dunia jurnalistik adalah hobi saya sejak lama. Saya tegaskan, keberadaan saya di media bukan untuk kepentingan perlindungan diri atau mencari kekebalan hukum. Di negara ini, siapa pun yang melakukan kesalahan harus diproses sesuai undang-undang yang berlaku tanpa memandang jabatan atau golongan,” tegasnya.

Sebagai sosok yang memahami dunia pers, Dodi menyatakan selalu berupaya kooperatif terhadap rekan-rekan media yang ingin melakukan konfirmasi, baik mengenai sekolah yang ia kelola maupun wilayah koordinasinya.

“Saya memahami Kode Etik Jurnalistik serta tugas dan wewenang rekan-rekan media. Tidak mungkin saya tidak kooperatif. Jika ada pesan yang belum terbalas, itu murni karena teknis banyaknya pesan yang masuk atau tertumpuk oleh aktivitas lain, bukan karena unsur kesengajaan untuk menghindar,” tambah Dodi.

Di akhir pernyataannya, Dodi juga mengimbau kepada seluruh rekan kepala sekolah untuk tetap mengedepankan sikap saling menghargai dan transparan saat menerima kunjungan atau pertanyaan dari insan pers.

“Saya selalu menekankan kepada rekan-rekan sejawat untuk belajar menghargai profesi media dan tetap kooperatif dalam memberikan informasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *