Adv  

Reses Tahap I 2026: Nur Hanik Tri Rahayu Serap Aspirasi Warga Mojokerto, Fokus Kesehatan dan Pendidikan

SEPUTAR INDONESIA | Mojokerto, 8 Maret 2026 – Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Nur Hanik Tri Rahayu, melaksanakan Reses Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Pungging pada Minggu (8/3).

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Mojokerto, anggota KORCAM dan KORDES Kecamatan Pungging, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ustad Fadlan, Pengurus DPD Nasdem Kabupaten Mojokerto, menyampaikan bahwa pihaknya hadir dengan penuh kesungguhan untuk mendukung pelaksanaan reses. Ia menekankan peran Nasdem dalam mengawasi kinerja eksekutif (Bupati Mojokerto) dan mendukung fungsi legislatif yang diemban oleh Nur Hanik. “Usulan dan aspirasi yang diserap hari ini akan menjadi catatan partai dan bahan diskusi antara Kakak Nur Hanik dengan Bupati, karena beliau adalah wakil kita di legislatif,” ujarnya.

Ustad Fadlan juga menjelaskan mengenai anggaran Kabupaten Mojokerto tahun 2026 yang mencapai Rp2,4 triliun. Anggaran ini mengalami pemotongan sekitar 30% atau sekitar Rp400 miliar dari sebelumnya.

“Uang ini berasal dari pajak masyarakat, sehingga Nasdem akan terus mengontrol penggunaannya agar bermanfaat maksimal untuk pembangunan, seperti perbaikan jalan dan keperluan lainnya,” tambahnya. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga Nasdem, Kiai Santri, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya untuk tetap kompak dan menjaga semangat gotong royong serta nilai-nilai kultural nenek moyang sebagai kekayaan sosial bangsa.

Sementara itu, dalam sambutannya, Nur Hanik Tri Rahayu menjelaskan bahwa reses dilaksanakan tiga kali dalam satu tahun (tahap 1, 2, dan 3) dengan tujuan utama menyerap aspirasi masyarakat. “Banyak warga yang menyampaikan keluhan, seperti kerusakan jalan dan kebutuhan lainnya. Semua aspirasi ini akan kami catat, laporkan, dan bahas dalam fraksi serta forum DPRD sebelum dijadikan keputusan dalam rapat paripurna,” katanya.

Nur Hanik juga menegaskan bahwa prioritas programnya, sejalan dengan program Bupati, adalah di bidang kesehatan dan pendidikan. Khusus di bidang kesehatan, ia berkomitmen untuk memastikan warga tidak kesulitan berobat, termasuk mengaktifkan kembali kartu BPJS/KIS yang tidak aktif. “Biasanya BPJS menjadi tidak aktif jika tidak digunakan selama enam bulan berturut-turut. Warga bisa mengurus pengaktifannya dengan mudah, cukup dengan mengirimkan foto KTP, dan kami siap membantu prosesnya,” jelasnya. Tujuannya, agar tidak ada warga Mojokerto yang tidak bisa mengakses layanan kesehatan yang layak.

Acara reses ini berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban. Nur Hanik pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menyampaikan aspirasinya. “Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi Bapak Ibu semua. Aspirasi kalian adalah prioritas kami untuk membangun Mojokerto yang lebih baik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *