SEPUTAR INDONESIA | Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di GOR Seni Majapahit, Jalan Gajahmada, Kota Mojokerto, pada Jumat malam (6 Maret 2026) usai shalat Tarawih. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat Kota Mojokerto.
Dalam sambutannya, Walikota Mojokerto Ning Ita menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, termasuk Wakil Wali Kota Mojokerto Dr. Rahman Siddhartha Arisandi beserta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Komandan Kodem 0815, Kapolres Mojokerto Kota, perwakilan Komandan Korem 082, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto Hakim Tri Sugondo, dan perwakilan Kajari Kota Mojokerto Satria Fadza Andromeda. Ia juga menyapa jajaran Pemerintah Kota Mojokerto, tokoh agama seperti Kiai Haji Fakih Usman, Imam Tohari, Gus Badri, Gus Hamid, serta seluruh masyarakat yang hadir.
Ning Ita menekankan bahwa malam ini merupakan malam ke-17 Ramadan, masuk ke dalam 10 hari kedua yang penuh keutamaan. “Semoga keutamaan 10 hari ke-2 memberikan mahfirohnya kepada kita semuanya. Allahumma amin,” ucapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kiai Imam Khambali dan Abah Topan yang telah berkenan memberikan tausiah dalam acara ini, berharap masyarakat mendapatkan syafaat dari Al-Qur’an di hari akhir.
Walikota juga mengingatkan pentingnya meningkatkan ibadah di bulan Ramadan, seperti memperbanyak murojaah, zikir, dan doa. “Karena tentu Allah akan memenuhi janjinya, bahwa di bulan yang suci ini, apapun yang kita mohonkan akan Allah ijabah. Semoga doa-doa terbaik panjenengan senantiasa terus dipanjatkan agar segera Allah penuhi hajat semuanya,” tambahnya.
Selain hal-hal spiritual, Ning Ita juga menyampaikan pesan penting terkait kondisi cuaca. Saat ini, Kota Mojokerto sedang berada di puncak musim hujan dengan potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja. “Potensi banjir adalah ancaman yang paling utama di Kota Mojokerto karena kita dialiri oleh tujuh sungai besar. Jika curah hujan di hulu cukup besar, kemungkinan luapan air akan terjadi di kota kita,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, selaras dengan program Presiden “Indonesia Asri”, dan berpartisipasi dalam kerja bakti bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
Pesan kedua yang disampaikan adalah tentang kewaspadaan saat keluar rumah. Ning Ita mencontohkan kejadian yang dialami Kiai Hambali saat perjalanan menuju Mojokerto, yang terlambat karena adanya angin puting beliung yang menyebabkan baliho besar roboh dan menutup akses jalan tol.
“Ini adalah contoh kejadian yang harus kita waspadai bersama-sama. Semoga di bulan yang penuh berkah ini kita senantiasa bisa memohon keselamatan untuk Kota Mojokerto tercinta dan bangsa Indonesia,” ucapnya.
Terakhir, Walikota memohon doa dari masyarakat agar para pejabat pemerintah, TNI, Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan dampak terbaik bagi masyarakat.
“Kami yakin dengan doa-doa panjenengan itu akan menjadi wasilah yang menjaga jalan kami tetap lurus dan mendapatkan perlindungan,” tutupnya.
Acara peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi momen penting bagi masyarakat Mojokerto untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan keimanan, dan bersama-sama menjaga keselamatan serta kebersihan lingkungan kota. (har).




