Probolinggo, seputarindomesia.co.id – Ramadan 2026 diwarnai pemandangan menghangatkan hati di tepi Jalan Genggong, Senin (2/3/2026). Ratusan santriwati OSIS Putri SMA Zainul Hasan 1 Genggong turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada pengendara dan pejalan kaki dalam aksi “Takjil On The Road” yang menyita perhatian warga. Senyum tulus mereka menjadi simbol kuat solidaritas generasi muda di bulan suci.
Sore itu, arus lalu lintas yang biasanya padat berubah menjadi ruang interaksi hangat antara pelajar dan masyarakat. Para santriwati tampak berbaris rapi di tepi jalan, mengenakan seragam khas sekolah, sambil membawa kantong berisi minuman botol untuk berbuka puasa. Setiap kendaraan yang melambat disambut dengan sapaan santun dan doa singkat.
Kegiatan sosial ini merupakan inisiatif OSIS Putri masa bakti 2025–2026 di bawah naungan SMA Zainul Hasan 1 Genggong. Program dilaksanakan selama dua hari, Minggu (1/3/2026) oleh OSIS Putra dan Senin (2/3/2026) oleh OSIS Putri, dengan melibatkan seluruh anggota, pembina, serta dukungan pimpinan sekolah.
Pembina OSIS, Laila Fitriyah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang bukan hanya sebagai agenda rutin Ramadan, melainkan sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis praktik nyata di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momen agar santri bisa merasakan indahnya memberi tanpa pamrih. Kami ingin mereka belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di jalanan, saat berinteraksi langsung dengan masyarakat,” tuturnya.
Menurut Laila, ratusan paket takjil yang dibagikan merupakan hasil gotong royong seluruh anggota OSIS. Mulai dari penggalangan dana internal, proses pengemasan, hingga pembagian dilakukan bersama-sama. Nilai kebersamaan inilah yang ingin ditanamkan sejak dini.
Selain menumbuhkan empati, kegiatan ini juga melatih keberanian, komunikasi publik, serta tanggung jawab sosial para santriwati. Di tengah tantangan era digital yang kerap menjauhkan generasi muda dari interaksi sosial langsung, “Takjil On The Road” justru menghadirkan ruang perjumpaan yang nyata dan bermakna.
Kepala sekolah SMA Zainul Hasan 1 Genggong menyampaikan apresiasi atas konsistensi OSIS dalam menjaga tradisi berbagi setiap Ramadan. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi budaya sekolah yang mengakar.
“Harapannya, nilai solidaritas ini terus hidup, tidak hanya saat Ramadan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari para santri,” katanya.
Menjelang waktu berbuka, ratusan paket takjil pun habis terbagi. Namun yang tersisa bukan sekadar kemasan minuman kosong, melainkan jejak kebaikan yang membekas di hati warga. Ramadan 2026 di Jalan Genggong menjadi saksi bahwa di tangan generasi muda, semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap tumbuh subur di Probolinggo.
Di tengah derasnya arus informasi dan hiruk-pikuk kehidupan kota, aksi sederhana para santriwati ini menjadi pengingat: berbagi tak selalu harus besar, yang penting tulus dan konsisten. (Bashori)









