Blitar ~ Tragedi memilukan mengguncang Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang pensiunan anggota kepolisian berinisial S (62 tahun) dengan pangkat Aiptu ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di gudang rumahnya sendiri.
Peristiwa ini terungkap setelah anak perempuan korban berinisial P menerima pesan suara (voice note) dari sang ayah. Dalam rekaman tersebut, korban terdengar berpamitan dan menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak kuat.
Menurut keterangan dari Kasi Humas Polres Blitar Kota, Samsul, membenarkan adanya pesan terakhir tersebut. “Bahwa korban sempat mengirim voice note kepada anaknya. Yang mana isinya berpamitan karena sudah tidak kuat,” terang Samsul.
Mendapat pesan itu, P langsung meminta Wahyudi tetangganya untuk mengecek kondisi ayahnya. Namun setibanya di lokasi, Wahyudi menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung di dalam gudang. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek dan kaos warna hitam.
Sebelum pensiun, S bekerja di bagian intelijen Mapolsek Wonodadi Polres Blitar Kota dan baru menjalani masa pensiun sekitar 3 tahun. Saat peristiwa terjadi, korban tinggal sendirian di rumah karena anaknya sedang dirawat di rumah sakit dan ditemani oleh istrinya.
Kepala Desa Gandekan, Fauzi Ari Susilo, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa korban diduga sedang menghadapi persoalan keluarga yang cukup berat. “Kami sangat prihatin. Dugaan sementara, tindakan tersebut dipicu oleh beban persoalan keluarga,” ujarnya.
Petugas dari Polres Blitar Kota segera turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain maupun dugaan keterlibatan pihak ketiga. Sejumlah warga sekitar mengaku tidak menyangka peristiwa tragis itu terjadi, karena korban dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bersosialisasi namun tidak pernah terlihat mengalami konflik terbuka.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan keluarga dan saksi guna memastikan secara menyeluruh latar belakang kejadian.
Pensiunan Polisi di Blitar Akhiri Hidupnya, Diduga Dipicu Beban Keluarga
Setelah kejadian ditemukan Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, petugas Polres Blitar Kota segera melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau dugaan keterlibatan pihak ketiga.
Kepala Desa Gandekan Fauzi Ari Susilo menyampaikan bahwa berdasarkan informasi sementara, korban diduga sedang menghadapi persoalan keluarga yang cukup berat. “Kami sangat prihatin. Dugaan sementara, tindakan tersebut dipicu oleh beban persoalan keluarga,” ucapnya.
Warga sekitar mengaku tidak menyangka peristiwa ini terjadi. Korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi, namun tidak pernah terlibat konflik terbuka di lingkungan sekitar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tekanan batin bisa dialami oleh siapapun, tanpa memandang profesi atau status sosial. Minimnya komunikasi dalam keluarga seringkali menyebabkan persoalan menumpuk hingga tak tertahankan.
Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan dari keluarga dan saksi untuk mengetahui secara menyeluruh latar belakang kejadian. (Eko)





