Seputarindonesia.co.id // BEKASI KOTA – Merespons kenaikan debit air kiriman dari hulu Kali Cileungsi, jajaran Tiga Pilar Kecamatan Jatiasih melakukan monitoring intensif di titik pertemuan sungai Cikeas dan Cileungsi (P2C). Peninjauan ini dipusatkan di Pos Pantau P2C, Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) RT 02/10, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, pada Rabu malam (11/02/2026).
Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatiasih, AKP Marganda Siahaan, S.H., M.H., bersama Danramil Jatiasih, Mayor Sanusi Desky, dan Lurah Jatirasa, Dedi Suhadi. Kehadiran unsur pimpinan Tiga Pilar di lokasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan infrastruktur dalam menghadapi potensi luapan air sungai.
Berdasarkan laporan di lapangan pada pukul 22.46 WIB, ketinggian muka air di Pos Pantau P2C tercatat mencapai angka 640 cm. Meski status debit air mengalami kenaikan signifikan akibat aliran dari hulu, situasi di lingkungan perumahan warga dipastikan masih aman.
“Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa hingga saat ini nihil genangan di area pemukiman. Namun, kami bersama jajaran TNI dan Pemerintah Kelurahan tetap bersiaga penuh mengantisipasi perkembangan debit air di Kali Cileungsi dan Cikeas,” ujar Kapolsek Jatiasih, AKP Marganda Siahaan.
Dalam giat tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatirasa, Aipda Maulana, turut memberikan imbauan kepada warga agar tetap tenang dan waspada. Petugas menekankan pentingnya komunikasi cepat jika kondisi di lapangan berubah. Masyarakat diminta untuk segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau langsung ke Polsek Jatiasih melalui layanan call center jika membutuhkan bantuan darurat atau evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Perumahan Pondok Gede Permai dan sekitarnya terpantau aman terkendali (TKA). Komitmen Tiga Pilar Jatiasih dalam menjaga keselamatan warga melalui pemantauan dini akan terus dilakukan secara berkala selama musim penghujan berlangsung.
(Gunawan Darmawan/Humas)







