Pebayuran Bekasi – seputar indonesia.co.id – Pasca luapan Sungai Citarum dan Cibeet yang mengakibatkan jebolnya tanggul irigasi, Asisten Manajer (Asmen) Seksi Lemah Abang UUWI PJT II, Syamsir Siregar, bersama Supervisor Pebayuran Selo Pawoko, juru pengairan, serta petugas TPOP PPA UUWI PJT II, terus menggeber perbaikan tanggul di BKG 16A yang berlokasi di Kampung Tambun RT 04/RW 01, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kamis (5/2/2026).
Perbaikan dilakukan secara intensif menyusul masuknya luapan air Sungai Citarum dan Cibeet ke saluran irigasi yang berdampak pada infrastruktur pertanian warga. Syamsir Siregar turun langsung ke lapangan memimpin dan mengarahkan jajaran agar pekerjaan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Saat ditemui awak media, Syamsir Siregar menegaskan bahwa perbaikan tanggul jebol harus segera diselesaikan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung General Manager UUWI PJT II, Udien Yulianto, demi menjaga keberlanjutan pasokan air irigasi, khususnya untuk kebutuhan sektor pertanian.
“Perbaikan ini menjadi prioritas agar aliran air tetap terjaga dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu,” ujar Syamsir.
Senada dengan itu, Supervisor Pebayuran Selo Pawoko menambahkan bahwa Kecamatan Pebayuran merupakan wilayah agraris yang sangat bergantung pada pasokan air dari saluran irigasi. Oleh karena itu, respons cepat menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak terhadap para petani.
Sementara itu, apresiasi datang dari masyarakat setempat. Abah Boim, salah satu warga Kampung Tambun, mengaku antusias dan berterima kasih atas gerak cepat jajaran PJT II.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Asmen dan Supervisor PJT II UUWI yang sigap turun ke lapangan dan langsung menangani tanggul yang jebol,” ungkapnya.
Langkah cepat dan kolaboratif ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi irigasi secara optimal serta menjaga ketahanan pertanian di wilayah Pebayuran.
(Ling)








