Keterangan foto : Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat berkunjung di Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.
Mojokerto – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja singkat namun sarat substansi ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kunjungan yang merupakan bentuk penghormatan personal kepada pengasuh pesantren, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, mencakup tiga agenda utama sebelum harus segera kembali ke Jakarta karena panggilan mendesak dari Presiden Prabowo Subianto.
Agenda pertama adalah pertemuan dengan para alim ulama dan tokoh masyarakat Kabupaten Mojokerto. Dalam kesempatan ini, Wapres menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mojokerto dan para tokoh daerah atas kontribusi mereka dalam menjaga stabilitas wilayah. Ia juga menekankan pentingnya konektivitas kebijakan antara pusat dan daerah serta membuka ruang dialog untuk menerima masukan konstruktif dari masyarakat. Selain itu, Wapres mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima informasi di era digital untuk menghindari penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Kedua, Wapres memberikan motivasi kepada para santri, menanamkan semangat kemandirian dan pentingnya belajar secara sungguh-sungguh. Ia juga berjanji akan kembali berkunjung ke pesantren tersebut dengan membawa sejumlah guru dan tutor ahli di bidang teknologi modern seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), dan robotika. Tujuan dari janji tersebut adalah agar para santri tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan tuntutan zaman.
Agenda terakhir adalah ramah-tamah dengan keluarga besar Kyai Asep. Durasi kunjungan yang terbatas disebabkan karena Wapres beserta Kyai Asep harus menghadiri pertemuan alim ulama di Hambalang pada pukul 13.30 WIB atas undangan khusus Presiden Prabowo.
Dalam sambutan sekitar sepuluh menit di hadapan santri, Wapres juga memohon doa dan bimbingan dari para ulama serta tokoh masyarakat untuk mendukung pemerintahan bersama Presiden Prabowo. Ia juga berharap bangsa Indonesia senantiasa terhindar dari bencana dan proses pemulihan dapat berjalan cepat jika musibah terjadi.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat relasi antara pemimpin nasional dan kalangan pesantren sebagai pilar moral bangsa, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam mempersiapkan generasi muda yang religius dan adaptif terhadap perkembangan global. (ri)








