Pebayuran Bekasi – seputar indonesia.co.id – Setelah menerima laporan adanya warga yang terdampak Demam Berdarah Dengue (DBD), UPTD Puskesmas Pebayuran bergerak cepat dengan turun langsung melaksanakan kegiatan fogging di Kampung Teko Tengah, RT 01/RW 03, Desa Kertajaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan fogging ini dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus upaya memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. Dalam pelaksanaannya, tim PKM UPTD Puskesmas Pebayuran turut didampingi oleh Kepala Dusun 2, beserta Karang Taruna dan RT setempat ,serta mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari warga sekitar.
Plt Kepala UPTD Puskesmas Pebayuran, dr. Jalal, mengatakan bahwa tindakan cepat ini merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Begitu menerima laporan adanya warga yang terjangkit DBD, kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan fogging sebagai langkah awal pencegahan agar kasus tidak meluas,” ujar dr. Jalal.
Sementara itu, Mantri Asep selaku Tim PKM UPTD Puskesmas Pebayuran menjelaskan bahwa berdasarkan data sementara terdapat tiga orang warga RT 01/RW 03 yang telah terkonfirmasi terserang DBD dan saat ini tengah menjalani perawatan.
“Fogging ini bertujuan untuk menekan populasi nyamuk dewasa. Namun demikian, peran aktif masyarakat tetap sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Mantri Asep.
Ia menambahkan, selain fogging, pihak puskesmas juga terus mengimbau warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjalankan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Di sela kegiatan, H. Bajri selaku Kasubag UPTD Puskesmas Pebayuran menyampaikan apresiasinya atas kerja sama warga yang turut mendukung kelancaran kegiatan fogging.
“Kami mengapresiasi antusias dan dukungan warga. Sinergi antara petugas kesehatan dan masyarakat sangat penting agar upaya pencegahan DBD bisa berjalan maksimal,” ujar H. Bajri.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara petugas kesehatan dan masyarakat, diharapkan lingkungan tetap terjaga, angka kasus DBD dapat ditekan, serta masyarakat merasa lebih aman dan terlindungi dari ancaman penyakit.
(Ling)








