Probolinggo — Pendidikan karakter berbasis kepramukaan kembali digaungkan SMA Zainul Hasan 1 Genggong melalui Kegiatan Pengembaraan dan Pelantikan Bantara Angkatan X Ambalan Nun Tuhfah (18.035). Kegiatan yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (24–25 Januari 2026), ini diikuti puluhan penegak muda dengan semangat disiplin, kebersamaan, dan kepemimpinan.
Sejak hari pertama, peserta kegiatan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pengembaraan. Berbekal perlengkapan lapangan dan pembekalan materi kepramukaan, para penegak muda menempuh rute perjalanan yang telah ditentukan sebagai bagian dari pembelajaran di alam terbuka. Pengembaraan ini dirancang untuk melatih ketahanan fisik sekaligus mengasah mental, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Di sepanjang perjalanan, peserta dihadapkan pada sejumlah pos kegiatan yang menguji pemahaman kepramukaan dan karakter kepemimpinan. Setiap tantangan menuntut kecermatan berpikir, pengambilan keputusan bersama, serta tanggung jawab individu sebagai bagian dari kelompok. Nilai solidaritas dan kepedulian lingkungan menjadi benang merah dalam setiap tahapan kegiatan.
Pembina Pramuka SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Kak Robert, menjelaskan bahwa Pengembaraan dan Pelantikan Bantara Angkatan X merupakan bagian penting dari proses pembinaan Pramuka Penegak.
“Kegiatan ini sangat penting dalam Pramuka. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan fisik, mental, dan spiritual peserta, sekaligus membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan mereka,” ujar Kak Robert, Minggu (25/1/2026).
Ia menambahkan, pendidikan karakter melalui kepramukaan memberikan ruang belajar yang kontekstual dan aplikatif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi langsung mempraktikkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepemimpinan di lapangan.
Memasuki hari kedua, kegiatan mencapai puncaknya melalui prosesi Pelantikan Bantara. Dalam suasana khidmat dan penuh makna, para peserta yang telah memenuhi persyaratan resmi dilantik sebagai Pramuka Penegak Bantara Ambalan Nun Tuhfah (18.035). Prosesi ini menjadi simbol peralihan tanggung jawab sekaligus komitmen baru untuk mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pengembaraan dan pelantikan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aktivitas pendukung, seperti bakti sosial dan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan empati serta kepedulian sosial peserta terhadap lingkungan sekitar. Sementara itu, unsur Palang Merah Remaja (PMR) turut terlibat dalam mendukung aspek kesehatan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Kak Robert menegaskan bahwa manfaat kegiatan ini bersifat jangka panjang bagi peserta didik.
“Harapannya, peserta tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan Pengembaraan dan Pelantikan Bantara Angkatan X ini, SMA Zainul Hasan 1 Genggong kembali menegaskan komitmennya dalam menanamkan pendidikan karakter kepada generasi muda. Di tengah tantangan zaman, kepramukaan tetap menjadi wahana strategis dalam membentuk insan yang berintegritas, berjiwa pemimpin, dan peduli terhadap sesama. (Bashori)








