Breaking News
Warga Geram Pemadaman listrik Mendadak warga Warungkiara Bantargadung Picu Kerugian Gus Barra Respon Cepat Datangi Rumah Korban Dampak Bencana ! Warga Berikan Apresiasi. Dewan DPRD Kabupaten Bekasi Dapil VI Novi Yasin Hadir Di Tengah Warga Korban Banjir Bojong Poncol MENELUSURI CERITA DAN IMAJINASI DALAM “HIDDEN POTION” DI ARTSPACE ARTOTEL TS SUITES SURABAYA Kebanyakan masyarakat bertanya, Apa itu SAS ? Kami menjawab pertanyaan Sahabatku, wassalam Oleh Risman Thomas Sulit Air, Bukan Memperoleh Air yang Sulit Kebanyakan pelancong yang datang ke objek wisata di Sulit Air, Sumbar, sering bertanya – tanya. Kenapa Negari itu dijuluki “Sulit Air”. Sedangkan memperoleh air, tampaknya amat mudah di sana. Karena di pusat Negari itu terdapat sungai Katialo, yang airnya mengalir jernih di bawah “Titi” sebutan warga setempat mengalir tidak henti hentinya sampai ke muara Batang Ombilin di tepian danau Singkarak. Sungai Katialo, tampaknya hampir seluas Kali Ciliwung, dekat pusat keramaian pasar Rumput, Jakarta Selatan, dimana ditemukan banyak perantau Sulit Air, yang berjualan dalam berbagai kegiatan perdagangan. Dengan demikian, Sulit Air, bukan memperoleh air yang sulit karena ada Batang Katialo seluas Kali Ciliwung, setiap saat dapat digunakan untuk mandi, cuci, kakus ( MCK), bahkan untuk beruduk sekalipun. Sulit Air, sebuah Negari, dulu disebut dan kembali lagi menjadi Negari, setelah berubah menjadi nagari terdapat 13 jorong setingkat Rukun Warga (RW). Sulit Air, sebuah desa, kini disebut lagi Negari seluas 80 km persegi , terdapat objek wisata jenjang seribu, rumah 20 ruang dan batu galeh di jorong Taram, 2 Km dari pusat keramaian penduduk Sulit Air. Nagari yang berpenduduk tembus 120 juta lebih itu bertebar di 34 provinsi, bahkan ada yang merantau sampai keluar negeri, seperti Australia, sepuluh persen di antaranya yang menetap di kampung asal sebagai petani tradisional. Bersambung..

Dewan DPRD Kabupaten Bekasi Dapil VI Novi Yasin Hadir Di Tengah Warga Korban Banjir Bojong Poncol

Pebayuran Bekasiseputar indonesia.co.id – Wujud kepedulian terhadap warga terdampak banjir ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Novi Yasin, dengan turun langsung mengunjungi tenda darurat pengungsian warga di RT 02/RW 04, Kampung Bojong Poncol, Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Minggu (25/1/2026).

Dalam kunjungannya tersebut, Novi Yasin menyapa warga satu per satu sekaligus meninjau kondisi pengungsian sementara. Ia juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril agar masyarakat tetap kuat menghadapi musibah.

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Dapil VI ini turut didampingi oleh personel Babinsa Koramil 11 Pebayuran, guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Novi Yasin menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit membantu kebutuhan warga selama berada di pengungsian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Novi Yasin menegaskan komitmennya untuk terus menyerap aspirasi masyarakat serta mendorong pemerintah daerah agar penanganan banjir dan dampaknya dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, warga yang terdampak banjir menyambut baik kehadiran Anggota DPRD tersebut, mereka mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan, serta berharap adanya solusi jangka panjang agar bencana banjir tidak kembali terulang di wilayah mereka.

(Ling)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *