Karawang – seputar indonesia.co.id – Memasuki hari ketiga penanganan, General Manager UUW I PJT II, Udien Yulianto, menegaskan komitmennya untuk terus berupaya mempercepat perbaikan tanggul yang jebol di BTB 19C, tepatnya di Dusun Kampung Badami RT 007/002, Desa Margakaya, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, Minggu (18/1/2026).
Dalam upaya penanggulangan bencana jebolnya tanggul Kali Malang tersebut, PJT II menurunkan tiga unit alat berat, terdiri dari satu excavator amfibi dan dua excavator darat. Langkah ini dilakukan guna mempercepat proses penutupan dan penguatan tanggul yang mengalami kerusakan.
Selain itu, General Manager UUW I PJT II juga mengerahkan seluruh jajaran, mulai dari Asisten Manajer, Supervisor, hingga para pekerja TPOP dan PPA (Petugas Pintu Air) Wilayah I. Penanganan ini turut melibatkan sinergi lintas instansi bersama BBWS, TNI, Polri, serta BPBD, guna memastikan proses berjalan aman dan optimal.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat antusias dan mengapresiasi respon cepat yang dilakukan oleh PJT II UUW I dan BBWS.
“Alhamdulillah, penanganannya cepat. Dari TNI dan Polri juga ikut membantu, terutama dalam pengamanan di lokasi bencana,” ujarnya.
Upaya penanganan dilakukan secara intensif dengan sistem kerja siang dan malam untuk mempercepat penutupan tanggul yang jebol. Material berupa tanah dan batu didatangkan secara bertahap guna memperkuat struktur tanggul sementara, sembari menunggu perbaikan permanen.
Langkah tersebut diambil untuk mencegah meluasnya luapan air yang berpotensi merendam area persawahan dan permukiman warga di sekitar lokasi.
General Manager UUW I PJT II, Udien Yulianto, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca masih didominasi curah hujan tinggi.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, sinergi lintas instansi antara PJT II, BBWS, TNI, Polri, dan BPBD dinilai sangat efektif dalam mempercepat proses penanggulangan. Aparat TNI dan Polri turut melakukan pengamanan lokasi serta membantu pengaturan aktivitas alat berat agar pekerjaan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga.
Warga Desa Margakaya berharap perbaikan tanggul dapat segera diselesaikan secara permanen sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Mereka juga menyampaikan terima kasih atas respon cepat pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana jebolan tanggul Kali Malang BTB 19C tersebut.
(Ling)








