Investigasi Lapangan, Penikaman Faisal Tayeb Diduga Terencana, Motif Utang-Piutang Disinyalir Hanya Kamuflase

BANGGAI LAUTseputar indonesia.co.id – BTN (11/01/2026), Kasus penikaman terhadap aktivis dan praktisi media, Sdr. Faisal Tayeb, di Banggai Laut (Balut) memasuki babak baru. Tim investigasi menemukan serangkaian kejanggalan di lapangan yang mengindikasikan bahwa peristiwa berdarah tersebut bukanlah insiden spontan, melainkan sebuah aksi yang diduga telah direncanakan secara matang.

Berdasarkan data yang dihimpun tim lapangan, terdapat informasi mengenai pertemuan tertutup yang digelar di sebuah vila di wilayah Banggai Laut beberapa hari sebelum kejadian. Pertemuan tersebut diduga kuat menjadi ajang koordinasi untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

”Kami menemukan indikasi kuat bahwa motif utang-piutang yang berkembang di publik hanyalah kamuflase untuk menutupi tujuan sebenarnya. Ada dugaan insiden ini merupakan upaya pembungkaman terhadap aktivitas korban yang selama ini kritis menyoroti isu-isu hukum di media Berantastipikor dan Cibernasional,” ungkap perwakilan tim investigasi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/01).

Laporan investigasi juga menyoroti latar belakang terduga pelaku berinisial B. Muncul kekhawatiran meluas di masyarakat terkait adanya hubungan kedekatan antara pelaku dengan oknum pejabat tertentu di daerah tersebut. Kedekatan ini dikhawatirkan dapat memicu impunitas atau rasa aman bagi pelaku dalam melakukan tindakan melawan hukum.

Lebih lanjut, tim investigasi mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan tes urine terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam lingkaran pertemuan tersebut. Hal ini menyusul adanya informasi mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika yang diduga menyertai koordinasi aksi kriminal tersebut.

Atas temuan tersebut,Tim Perkumpulan Pimpinan Redaksi Indonesia Maju,(Prima) secara resmi mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut.

Mendesak Polda Sulteng dan Polres setempat untuk tidak terpaku pada motif tunggal (utang-piutang) dan mulai menyelidiki potensi adanya dalang di balik serangan ini.

Meminta otoritas terkait untuk memberikan jaminan keamanan bagi narasumber dan saksi yang mengetahui adanya pertemuan di vila, mengingat adanya potensi intimidasi.

Menindak tegas siapa pun yang terlibat, terlepas dari posisi mereka dalam lingkaran tim pemenangan maupun pemerintahan daerah.

”Hukum harus tegak. Jika upaya penghilangan nyawa digunakan sebagai alat untuk membungkam kebenaran dan kemerdekaan pers, maka ini adalah ancaman serius bagi demokrasi dan stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah,” tegas perwakilan tim tersebut

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *