Plt Kepala Dinas Pendidikan Mojokerto Bantah Isu Pemotongan 100 Miliar Penghapusan BOSDA, Pastikan Anggaran Terencana

KABUPATEN MOJOKERTO – Yo’ie Afrida Soesetyo, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Mojokerto, menyampaikan klarifikasi terkait informasi seputar anggaran pendidikan yang beredar, sekaligus menegaskan dukungan penuhnya terhadap pemerintahan Mubarok.

“Oke, jadi enggak benar perintah itu,” ucap Yo’ie dalam keterangannya, menyanggah isu yang menyebutkan adanya pemotongan anggaran besar-besaran.

Ia menjelaskan bahwa meskipun anggaran Dinas Pendidikan tergolong besar, sebagian besar dialokasikan untuk subkegiatan yang terintegrasikan dengan Kementerian dan merupakan kebutuhan yang wajib ada. “Kalau soal efisiensi anggaran kan semuanya sudah tahu. Ada, memang sepertinya anggaran di dinas pendidikan itu besar. Tetapi yang terbanyak adalah terkait dengan subkegiatan yang terintegrasikan dengan kementerian. Dan itu harus ada,” jelasnya.

Soal isu pemotongan 100 miliar rupiah, Yo’ie menegaskan informasi tersebut salah. “Nah, sehingga kalau pengurangan 100 miliar, salah. Enggak sampai sejauh itulah,” ujarnya.

Untuk urusan BOSDA, ia menjelaskan bahwa dana ini tidak dihapus secara langsung. Pertimbangan terkait BOSDA dilakukan karena seragam baru saja diberikan, sehingga untuk tahun anggaran yang akan datang diperkirakan masih baik. “Tahun sekarang ini masih baik-baik saja. Baru semua. Baru nanti di P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Jadi, akan bisa tercover seperti yang tahun-tahun lalu. Jadi, tidak dihapus langsung. Memang diinduknya tidak ada dengan pertimbangan karena memang kegiatan yang lain itu terintegrasikan dengan kementerian. Yang kedua, juga baru pembagian juga masih baru-baru. Sehingga tidak muspro (musnah/progresif) dan semua itu terencana. Nah, dengan baik nanti PAPBD (Penganggaran Tahunan Pada Badan Daerah) akan ada BOSDA lagi,” paparnya.

Yo’ie juga mengimbau agar sekolah-sekolah tidak perlu khawatir atau terpancing oleh informasi yang tidak benar. “Ada yang disampaikan ke sekolah-sekolah dengan adanya betafil ini, tidak perlu khawatir, tidak perlu risoda sebagainya, tidak perlu terpancing. Oh iya, jadi kepada para kepala sekolah saya pikir sudah tahu semua,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perencanaan dari lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Yang penting bagaimana rencana BPMP (Balai Pengembangan Mutu Pendidikan) yang akan datang itu dari lembaga yang ada itu bisa melakukan jual mutu terkait dengan pendidikannya. bahwa, proses pendidikan kita tidak ada masalah. tetapi sudah tahu semua dengan pembelajaran mendalam, in-depth learning itu, kemudian bagaimana mengemas agar murid itu bisa berinovasi, berkreasi dan memahami tentang AI. Sekaligus peningkatan karakter jati diri. Bagi anak-anak untuk menggapai Indonesia emas. Saya kira itu,” pungkas Yo’ie Afrida Soesetyo. (ri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *