Probolinggo – Program Praktek Mengajar Santri Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MA–PK) di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MADITA) ZAHA Genggong berperan sebagai sarana strategis untuk membentuk kompetensi pedagogis dan kepemimpinan santri. Hal itu disampaikan Muhammad Syifauddin (Mas Bogel) pada acara Pisah Kenang Santri MA–PK Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, Senin (5/1/2026) di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
Acara tersebut menandai akhir rangkaian program yang berlangsung beberapa minggu. Menurut Mas Bogel, program ini bukan hanya agenda akademik, melainkan bagian penting pembentukan karakter. “Santri belajar menyampaikan materi, bertanggung jawab, berkomunikasi, dan menjadi teladan bagi adik-adik santri Madrasah Diniyah,” ujarnya.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Madrasah, jajaran pimpinan, wali kelas, guru, staf, serta santri MADITA dan MA–PK, dengan suasana khidmat yang diwarnai doa bersama dan ungkapan syukur.
Santri kelas XII MA–PK terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari mengajar kelas, membimbing ekstrakurikuler, hingga mengikuti kegiatan keagamaan dan sosial. “Pengalaman langsung ini menyentuh aspek keilmuan, adab, dan pengabdian,” tambah Mas Bogel.
Program ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi karakter, dengan menekankan peran pendidik dalam menyampaikan ilmu serta menanamkan nilai dan akhlak.
Momentum pisah kenang menjadi waktu refleksi bagi santri MA–PK, yang menyampaikan kesan, pesan, dan memohon doa agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Melalui program ini, MA Zainul Hasan 1 Genggong menegaskan komitmen mencetak generasi santri yang unggul secara intelektual, memiliki integritas moral, kepemimpinan, dan kepedulian sosial sesuai nilai pendidikan pesantren. (Bashari)






