News  

Reses Tahap III Nur Hanik Tri Rahayu, Tanggapi Beragam Aspirasi dari Bantuan Ibadah Hingga Peralatan Pertanian

Keterangan Foto : Nur Hanik Tri Rahayu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto dari Fraksi Partai Nasdem.

MOJOKERTO, DESEMBER 2025 – Reses tahap III yang diselenggarakan oleh Nur Hanik Tri Rahayu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto dari Fraksi Partai Nasdem, telah sukses berlangsung pada bulan Desember 2025 di Kabupaten Mojokerto, sebagai bagian dari rangkaian program kerja tahun anggaran 2025 yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dengan elemen masyarakat di tingkat lokal.

Acara yang diadakan dengan suasana hangat dan penuh kekompakan ini menghadirkan berbagai komponen penting dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, yang mencakup wilayah Kecamatan Pungging, Mojosari, dan Ngoro. Selain masyarakat umum dari ketiga kecamatan tersebut, hadir juga seluruh Ketua Kelompok Rembesan Desa (Kordes) se-Dapil 1, serta perwakilan dari pengurus Partai Nasdem Kabupaten Mojokerto yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program kerja anggota legislatifnya.

– Dialog Langsung, Jembatan Antar Pemerintah dan Masyarakat

Dalam sambutan pembuka yang penuh semangat, Anggota DPRD Nur Hanik Tri Rahayu mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan yang diberikan untuk berkumpul bersama seluruh peserta dalam kondisi sehat dan bugar. Dia menegaskan bahwa kegiatan reses tahun ini bukan hanya sebagai agenda rutin, melainkan sebagai wadah penting untuk mempererat hubungan erat antara lembaga legislatif dengan masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk secara langsung mengumpulkan aspirasi, masukan, dan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh warga di tingkat desa dan kecamatan.

“Alhamdulillah, pada kesempatan yang berbahagia ini, kita bisa berkumpul dalam keadaan yang sehat dan penuh kebersamaan. Kegiatan Reses Tahap III tahun anggaran 2025 ini kami selenggarakan dengan tujuan utama untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap aspirasi dan permasalahan yang ada di lapangan bisa kita tangkap dengan tepat dan kemudian diupayakan solusinya secara bersama-sama,” ucap Nur Hanik dalam sambutannya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa seluruh usulan dan aspirasi yang diajukan oleh peserta akan ditampung dengan sepenuh hati dan seksama. Namun, untuk memastikan bahwa bantuan atau solusi yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan sebenarnya, dia mengimbau agar setiap usulan yang disampaikan disertai dengan rincian yang jelas dan terperinci.

“Kami akan dengan senang hati menampung seluruh usulan yang diberikan oleh masyarakat. Namun, agar bantuan yang kami usulkan ke pemerintah daerah bisa tepat sasaran dan tidak terjadi kesalahpahaman, saya mengharapkan setiap usulan yang diajukan disertai dengan rincian jelas seperti kondisi aktual lokasi yang membutuhkan bantuan, kebutuhan spesifik yang dibutuhkan, serta data pendukung yang relevan. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap upaya yang kami lakukan benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” jelasnya secara tegas.

– Beragam Aspirasi Masyarakat Muncul, dari Bantuan Tempat Ibadah Hingga Peralatan Pertanian.

Selama sesi dialog yang berlangsung cukup panjang dan sangat interaktif, berbagai aspirasi serta usulan penting berhasil diangkat oleh peserta yang datang dari berbagai kalangan. Mulai dari permasalahan terkait fasilitas ibadah hingga kebutuhan akan peralatan pendukung sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di sebagian besar wilayah Dapil 1.

– Aspirasi Bantuan untuk Musholla dan Masjid.

Salah satu aspirasi yang cukup banyak diutarakan oleh peserta adalah perlunya dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah untuk pembangunan, renovasi, atau penyempurnaan fasilitas musholla dan masjid di berbagai desa di wilayah Dapil 1. Banyak peserta yang menyampaikan bahwa beberapa fasilitas ibadah di daerah mereka masih dalam kondisi yang kurang layak atau tidak memadai untuk menampung jumlah jamaah yang terus bertambah setiap tahunnya.

“Kita sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki beberapa musholla dan masjid di desa kami. Beberapa di antaranya sudah cukup tua dan membutuhkan perawatan serius agar bisa menjadi tempat ibadah yang nyaman dan layak digunakan oleh seluruh jamaah,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dari Kecamatan Pungging saat menyampaikan usulannya.

– Usulan Bantuan Alsintan dari Kelompok Tani.

Selain aspirasi terkait fasilitas ibadah, muncul juga usulan penting dari pihak kelompok tani yang diwakili oleh Kordes Lebaksono, H. Mujiadi. Dalam kesempatan tersebut, H. Mujiadi mengusulkan perlunya bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk mendukung aktivitas usaha tani di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan alsintan yang memadai akan sangat membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian serta mengurangi beban kerja petani yang selama ini banyak dilakukan secara manual.

“Sebagai kelompok tani, kami sangat membutuhkan dukungan dalam bentuk alat dan mesin pertanian. Saat ini sebagian besar pekerjaan di lahan masih dilakukan secara manual, yang tentunya memakan waktu lama dan hasilnya juga belum maksimal. Dengan adanya alsintan yang memadai, kami yakin produktivitas pertanian di daerah kami bisa meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi kesejahteraan para petani dan keluarga mereka,” jelas H. Mujiadi dengan penuh semangat.

Nur Hanik yang mendengar usulan ini langsung memberikan tanggapan positif dan menyampaikan bahwa usulan tersebut akan ditindaklanjuti dengan seksama. “Aspirasi mengenai bantuan alsintan ini sangat penting dan relevan, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama yang mendukung perekonomian Kabupaten Mojokerto. Saya akan memastikan bahwa usulan ini masuk dalam daftar prioritas yang akan kami usulkan ke pemerintah daerah untuk tahun anggaran mendatang,” ucapnya.

– Layanan BPJS Kesehatan Jadi Fokus Perhatian, Masyarakat Dapat Berobat Gratis dengan KTP.

Dalam sesi wawancara yang dilakukan setelah sesi dialog dengan masyarakat, Nur Hanik Tri Rahayu juga membahas secara mendalam mengenai layanan BPJS Kesehatan di Kabupaten Mojokerto yang selama ini masih menjadi perhatian banyak kalangan masyarakat. Dia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat bisa menikmati akses layanan kesehatan yang baik dan terjangkau.

“Salah satu kebijakan yang telah kami dorong adalah kemudahan akses layanan berobat gratis melalui BPJS Kesehatan. Saat ini, masyarakat yang telah terdaftar dalam program BPJS bisa menikmati layanan berobat gratis hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka. Ini adalah langkah penting yang kami lakukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang terlantar dan tidak bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang mereka butuhkan,” jelas Nur Hanik.

Dia juga menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu prioritas utama dalam program kerjanya sebagai anggota DPRD Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya untuk menyelesaikan berbagai kendala dan permasalahan yang masih ada terkait layanan BPJS Kesehatan, serta terus mendorong penyempurnaan kebijakan agar lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

“Kesehatan adalah aset berharga yang tidak bisa kita abaikan. Oleh karena itu, kami akan terus berjuang untuk memastikan bahwa layanan kesehatan di Kabupaten Mojokerto semakin baik dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat. Semua kendala yang ada akan kami dorong untuk segera diselesaikan dengan cara yang terbaik dan paling menguntungkan bagi masyarakat,” tegasnya.

– Aspirasi Tidak Terakomodir Tahun Ini Akan Diusulkan untuk Tahun Anggaran 2026 dan 2027.

Dalam penutup acara, Nur Hanik Tri Rahayu menyampaikan bahwa tidak semua aspirasi dan usulan yang diajukan oleh masyarakat bisa terakomodir dalam tahun anggaran 2025, mengingat adanya batasan anggaran serta proses yang harus ditempuh dengan sesuai prosedur. Namun, dia menjamin bahwa seluruh aspirasi yang telah terkumpul akan ditata secara sistematis dan kemudian disusun sebagai usulan untuk tahun anggaran 2026, yang kemudian akan diproses dan diupayakan untuk dapat terealisasi pada tahun 2027.

“Kami memahami bahwa tidak semua usulan bisa kami penuhi dalam tahun anggaran ini. Namun, saya ingin memberikan jaminan bahwa tidak satu pun aspirasi yang Anda sampaikan akan kami abaikan. Seluruh usulan akan kami susun secara rinci dan kemudian diajukan sebagai usulan dalam pembuatan tahun anggaran 2026, dengan fokus pada kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan manfaat yang paling luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Acara Reses Tahap III Nur Hanik Tri Rahayu diakhiri dengan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta yang telah menghadiri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, serta kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga seluruh aspirasi yang telah terkumpul bisa segera terealisasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto, khususnya di wilayah Dapil 1. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *