Bogor – Seputarindonesia – Forum Empat Arah (F4A) Kabupaten Bogor menggelar Ikrar dan Deklarasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Damai 2024 di wilayah Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor. Acara diikuti oleh perwakilan Pengurus Forum Empat Arah dari seluruh Dapil di Kabupaten Bogor dirangkai dengan zikir dan doa bersama,
Rabu, 14/08/2024
Deklarasi Pilkada Damai 2024 dihadiri oleh wanhat Forum Empat Arah dari Bogor Timur yaitu K.Loncer, H. Acep, H. Ibeng.
Pembacaan Ikrar dan Deklarasi Pilkada Damai oleh H,Ibeng selaku tuan rumah dan tokoh dari Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor. Acara prosesi di pimpin langsung oleh Ketua Forum Empat Arah Kabupaten Bogor Adam Haryono.
Adapun Ikrar Deklarasi Pemilu Damai 2024 memuat 4 poin, yakni :
1. Kami forum 4 arah kabupaten Bogor, menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 serta mendukung pilkada damai 2024
2. Kami forum 4 arah kabupaten Bogor, mendukung kepala daerah yg mampu menjalankan dan mengembangkan potensi SDM dan SDA di kabupaten Bogor dan Propinsi Jawa barat.
3. Kami forum 4 arah kabupaten Bogor, siap berperan aktif dalam mensosialisasikan pentingnya kontribusi suara dari masyarakat bagi terpilihnya Kepala Daerah.
4. Kami forum 4 arah Kabupaten Bogor mendorong dan mewujudkan Kepala Daerah yang selaras dengan jalur Pemerintahan Kabupaten Bogor dan Propinsi Jawa Barat dari hulu sampai hilir guna mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan Propinsi Jawa Barat
Dalam sambutannya Adam Haryono mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam pilkada ke depan sangatlah besar. “Perlu peningkatan kesadaran kolektif akan pentingnya pemilihan yang jujur, adil, dan bersih.”
“Mari menjaga rasa saling menghormati perbedaan pendapat dan menjaga sikap yang santun serta menghindari konflik yang tidak perlu,” ujarnya
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Partai Politik, Lembaga Pemerintahan, Organisasi Masyarakat, Media, dan semua warga Kabupaten Bogor, untuk mengedepankan semangat kerja sama dan toleransi dalam menjalani proses pemilihan. “Jadikanlah pemilu sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan membangun kebersamaan.”
“Sebagai warga yang cinta damai, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kedamaian jelang, selama, dan setelah Pemilu. Hindari penyebaran berita bohong atau menyesatkan yang dapat memicu konflik. Saling berdialog dengan baik, bersikap santun, dan yang terpenting, membangun Budaya Politik yang sehat adalah kunci keberhasilan,”
( Yuli paat )






