Sukabumi – seputarindonesia.co.id -, Pembangunan infrastruktur jalan pedesaan tepatnya di perkampungan batako cihurang RT 002 RW 007 Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, harus tuntas dibangun, bahwa dibangunnya jalan tersebut manfaatnya selain mempermudah akses menuju area lahan pertanian masyarakat juga sebagai penghubung antar warga Desa Cijambe dengan warga Desa Limusnunggal dalam kurun waktu jangka panjang, membenarkan jalan tersebut sebelumnya rusak berat bahkan sangat dikeluhkan warga.
Setelah dapat perhatian jalan tersebut melalui Ddana Desa (DD) di tahun 2024 tentunya mendapat berbagai apresiasi positif dimata warga, mengingat lancarnya warga dalam beraktifitas yang sangat berpengaruh kepada peningkatan perekonomian, pertanian, pendidikan juga kesehatan warga, terang salah satu tokoh masyarakat kampung batako (55) menurut dia,” sebelum terjadi adanya perbaikan jalan sekarang ini, bukan saja sangat dikeluhkan warga dampaknya kepada bahaya kecelakaan dan imbasnya banyak, contoh saja kepada barang hasil panen yang di jual kepada tengkulak lebih murah, jika berbanding dengan perkampungan tetangga, menurut tengkulak karena untuk di wilayah perkampungan cihurang cidamar juga carelot akses jalan sangat berpengaruh kepada jual beli hasil bumi, karena barang yang diangkut harus dilansir menggunakan motor jelas jelas kos operasional lebih mahal.
Masih persoalan jalan yang dimaksud jika dihitung dari jarak atau rute dari perkampungan cihurang menuju kampung batako bukan hanya nanjak tapi licin karena pada waktu itu jalan rusak berat bukan sekali dua kali mobil yang mogok, namun sekarang setelah diperbaiki semua kegiatan lancar jual beli hasil bumi pun menjadi normal,” bebernya.
Sambut ketua RT (50) mengatakan,” sebenarnya dalam pelaksanaan perbaikan jalan kami atas nama warga ikut serta berpartisipasi dan mendukung kinerja pemdes seperti menggali untuk saluran air dengan swadaya masyarakat, karena pengaspalan jalan ini model lapen yang masih disebut pengerasan jadi perlu juga diperhatikan saluran airnya agar jalan awet dan tahan lama, juga diketahui bahwa penerapan anggaran biaya diperuntukan volumenya panjang 500 meter dan lebar 2,5 meter namun pada faktanya menjadi 600 meter lebih dan panjang tetap 2,5 meter,
bahkan desusnya jalan batako cihurang ini di tahun 2025 akan dilanjut lapisan aspal jenis hotmix dan sudah diusulkan dan dibahas melalui musdus juga musdes di TA 2024 sehingga bisa dipastikan jalan akan lebih awet dan tahan lama,” harap nya.
Kemudian di temui Kepala Desa Limusnunggal Rusman, S. Pd di ruangan kantornya mengatakan,” sebenarnya pekerjaan tersebut saya sudah amanatkan kepada TPKD untuk menjaga kualitas agar apa yang menjadi harapan pemdes Limusnunggal percepatan penyelesaian jalan pedesaan di wilayah Hukum Desa Limusnunggal clear tuntas di masa habis menjabat Kepala Desa, persoalannya ada sekitar 20 km jalan pedesaan seluruhnya jika diputar yang ada di Desa Limusnunggal, sampai hari ini baru tuntas sekitar 8 km berarti sisanya 12 kilometeran lagi, sehingga penuntasan jalan pedesaan yang diserap melalui DD/ ADD bahkan saya genjot Statistik Sektoral harus ikut peran sehingga jalan komunikasi dengan beberapa OPD terjalin, dari sisa PR tersebut 50 % jalan pedesaan estimasi diserap oleh pemdes 50 % oleh pemkab, jadi persoalan penilaian maju mundurnya kepada pihak pemdes anggap saja manusiawi, sampai hari ini saya terus beritikad agar segala penuntasan seluruh struktur tercapai,” tutupnya.
( Muhtar Bt )