Serang Banten– Diduga Ada Mafia Tanah Di Desa Blokang Kecamatan Bandung Kabupaten Serang. Masyarakat Minta Polda Banten Basmi Mafia Tanah Yang Menyerobot Lahan Milik warga.
Masyarakat tidak Pernah Jual Tanah, Diduga tanah milik sarun selaku ahliwaris Junaedi bin sandot Warga KP Bebulak Diserobot Oleh Oknum Mafia Tanah yang tidak bertanggung jawab, ahli waris kebingungan saat mensurvei tanah miliknya. Yang sudah di urug oleh pihak perumahan Puri Griasadi Cikande yang Tepatnya Di Desa Blokang Kecamatan Bandung Kabupaten Setang Propinsi Banten. Ahli waris pun kebingungan ko bisa tanah miliknya di kuasai pihak perumahan puri.
Menurut ahli waris ia sudah menyampaikan protesnya kepada aparatur desa Blokang atas penyerobotan lahan miliknya oleh pihak perumahan. Pasalnya, kegiatan perusahaan itu dianggap merugikan karena ia tidak bisa menggarap lahan nya dan pihak perumahan tidak pernah melakukan ganti rugi, Ucapnya kepada Media, Sabtu (13/01/2024).

Sarun mengaku mereka sebagai pemilik tanah tidak pernah merasa menjual tanah mereka kepada siapapun, terangnya.
Bahkan surat tanah sampai sekarang masih dipegang dan tiap tahun juga bayar pajak. Kepada negara. Tiba tiba lahan tersebut di kuasai pihak perumahan ada apa dengan pemerintah desa blokang Kecamatan Bandung Kabupaten Serang Propinsi Banten.
SPT itu selalu di bayar pajak nya namun anehnya tiba-tiba lahan kami digarap oleh pihak perumahan Puri Geriasandi kata sarun Januari.
Tanah kami tidak pernah di pindahtangankan atau digadaikan atau dijadikan jaminan kepada pihak siapapun baik oleh orang tua ataupun ahli waris dan saudara yang lain,” timpal sarun
Namun pada akhir bulan Januari, 2024 lalu mereka terkejut mendapat informasi jika lahan mereka telah digarap oleh perumahan Puti Griasandi Cikande
Hingga ahli waris melakukan peninjauan ke lokasi bersama stap Desa Balokang kecamatan Bandung Makmur Selaku Kasi Pemerintahan pada Jumat, 12/01/2024 untuk memastikan atas informasi penggarapan tanah itu.
“Kami menemukan fakta bahwa di atas tanah kami tersebut telah dilakukan kegiatan pengurugan oleh pihak perumahan yang diduga telah melakukan penyerobotan atas tanah kami,” tukas sarun.
Dari itu mereka minta agar pihak perumahan yang diduga menyerobot tanah kami agar bisa bertanggung jawab, jika tidak maka permasalahan ini akan dibawa ke ranah hukum.
Ditempat yang sama awak media mencoba konfirmasi terkait permasalahan ini kepada kepala Desa belokang namun sangat di sayangkan kepala desa sangat susah di temui, sudah beberap kali awak media mencoba ke kantor Desa dan dirumahnya namun tetap juga tidak ada di tempat.
Sehubungan dengan Penyerobotan Tanah tersebut, Jasmani ketua LSM Gerhana Indonesia DPK kabupaten Serang angkat bicara. Pihaknya sangat Menyayangkan dengan peristiwa tersebut, pasalnya akibat oknum Mafia Tanah yang menjual tanah masyarakat kepada pihak perumahan, ada masyarakat yang sangat di rugikan selain penyerobotan lahan warga juga sangat di rugikan dengan pengerusakan mata pencarian mereka di rusak. Yang biasanya warga memanfaatkan hasil panen kiray. Yang biasanya di jadikan atap satu kali panen mereka menghasilkan 1000 Pis ×4000 per pis kini hilang begitu saja, terangnya.
Lebuh lanjut Jasmani memiinta kepada pihak yang bersangkutan agar mengganti rugi kepada warga yang dirugikan, oleh pihak perumahan puri Griasadi Cikande.
“Saya sangat berharap agar pihak yang melakukan penjualan terhadap tanah warga untuk secepatnya membuka diri,” tegasnya.
Agar masalah ini segera tuntas dan tidak berlarut-larut, maka perusahaan atau pihak yang lainnya bersama pemerintah Desa juga saya minta segera melakukan upaya penyelesaian terhadap permasalahan ini. Kalau permasalahan ini tidak selesai saya dari lembaga suadaya masyarakat LSM gerhana Indonesia DPK kabupaten serang akan melayangkan surat lapdu ke satgas Mafia Tanah Polda Banten tuturnya.
Saya juga minta kepada penegak hukum untuk menindak tegas oknum Mafia Tanah jika terbukti melakukan pelanggaran dan bila terbukti ada tumpang tindih SPH tanah tersebut. Proses secara hukum, tegasnya.
“Masyarakat sangat merasa dirugikan karena Tanah mereka telah di serobot orang lain dan telah di ratakan mengunakan alat Berat Beko,,” tandasnya. (Red/Pardisahri).








