Daerah  

Yayasan Dapur Santri Menerima dan Menyalurkan Bantuan Bagi Penderita Kanker Usus Stadium Lanjut

Keterangan Foto : Ketum Yayasan Dapur Santri Drs Bambang Sudiyono didampingi Ketum DPK APKWSI Bang Agus,  Bersama Pengurus Yayasan Dapur Santri dan Relawan Saat Menjenguk Mang Eben di plosok dataran tinggi pegunungan Traju Kabupaten Tasikmalaya. 

TASIKMALAYA ~ Ketua Umum Dapur Santri Drs Bambang Sudiyono, Pegiat Sosial yang kerap dipanggil Bang yon, Ketua Yayasan Dapur Santri Indonesia, Dapat info dari Relawan Tasik bahwa ” Mang Eben (Beben Sarbeni, 47 tahun) Sakit Kangker Usus stadium lanjut. Sudah jalan setahun Mang Eben terbaring sakit hanya pasrah tak bisa apa-apa tinggal di mess buruh kebun teh.

Kondisi Mess bangunan bilik yang bolong disana sini dan kalau malam dingin menyengat karena didataran tinggi, Taraju, Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Mang Eben Dulu Buruh Harian Lepas Kebun Teh disini, dan statusnya sekarang sudah dikeluarkan. Menghidupi Istri dan 3 Anak di Mess Buruh. Saat ini masih tinggal di Mess karena tidak punya rumah dan tidak mampu kontrak rumah.

Keluhan awal badan lemas dan sakit perut. Lebih dari 3 hari. Hanya minum obat warung. Karena kondisi terus memburuk, akhirnya berobat ke puskesmas dengan fasilitas BPJS, dan berobat jalan. Kondisi tidak membaik, kembali ke Puskesmas dan mendapat Rujukan ke RSU Permata Bunda di Kota Tasikmalaya. Dengan susah payah Perjalanan ke Kota Tasik turun gunung menggunakan angkutan umum yg berjarak sekitar 50 km, Mang Eben harus meregang sakit selama perjalanan. Seharusnya Mang Eben opname di RS. Namun dengan segala keterbatasan, sampai hari ini hanya berobat jalan dan kontrol (bila ada ongkos). Jadi kontrol tidak teratur. Hari hari Mang Eben menunggu mukjizat dan meregang rasa sakit yang entah sampai kapan!

Selain berobat ke Puskesmas, Mang Eben juga minum jamu. Hal ini karena terkendala biaya untuk kontrol ke Rumah Sakit. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini mengharuskan kita yang sehat mari saya mengajak untuk meringankan beban berat Keluarga Mang Eben.

Sebelum sakit Mang Eben adalah buruh harian lepas di kebun teh. Hidup bersama istri dan 3 anak yang masih sekolah. Tinggal di Mess Buruh Kebun yang terletak di Area kebun dengan fasilitas yang seadanya.

Mang Eben tulang punggung keluarga. Awal sakit masih hidup dg sisa tabungan yg juga tak seberapa. Semenjak sakit ekonomi terpuruk dan hidup dibantu tetangga atau dermawan.

Biaya Yang Dibutuhkan program 1 tahun Untuk Operasional Kontrak Rumah Rp.30.000.000,- Listrik Rp.3.600.000,- Biaya Keluarga istri dan 2 anak Rp.36.000.000,- Biaya kontrol 4x12bln ke Kota Tasik atau ke Bandung Rp. 50.000.000,- Honor Relawan Pendamping Rp.10.000.000,- Total: Rp.129.600.000,-

Mang Eben sangat membutuhkan bantuan semua orang agar bisa melakukan kontrol rutin dan kemoterapi hingga sembuh untuk keberlangsungan hidup Mang Eben. Saat ini istri Mang Eben bertahan hidup dengan jadi buruh cuci bila ada yang nyuruh. Mang Eben Sangat mendesak perlu bantuan segera. Bila tak ada uang terpaksa hanya rebus lalapan atau apa saja sekedar untuk bertahan.

Mang Eben bercita cita bisa menyelesaikan sekolah anaknya dan ingin segera sembuh untuk bisa kerja lagi dan punya rumah sendiri walaupun kecil. Semoga niat Suci Mang Eben segera terkabul. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *